Jumat, 19 August 2016

Seleksi Direksi Berujung ke Meja Hijau

Gugatan dua mantan kandidat dilatarbelakangi rangkaian proses seleksi yang diduga melanggar ketentuan Permendagri No.2 Tahun 2007.
ANT/Mohamad Agus Yozami
Kantor Pusat PDAM Tirta Bhagasasi. Foto: wikimapia.org
Acara seleksi direksi Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi, Bekasi, berakhir ke meja hijau. Soalnya, dua dari delapan kandidat seleksi mengajukan gugatan pidana dan perdata atas jalannya proses seleksi yang diduga cacat hukum.

"Gugatan perdata kami layangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan gugatan pidana kami layangkan ke Polda Metro Jaya atan nama klien kami kandidat Taufik dan Asep," kata kuasa hukum kedua kandidat, Sulaiman di Bekasi, Jumat (19/8).

Pernyataan itu disampaikan Sulaiman menyikapi pelaksanaan pelantikan terhadap kandidat terpilih yakni Usep Rahman Salim sebagai direktur utama dan Maman Sudarman selaku direktur umum untuk periode 2016-2020, Jumat pagi.

Menurut dia, pelantikan itu seharusnya tidak dilaksanakan mengingat proses hukum yang tengah berjalan atas gugatan dua kliennya. "Gugatannya kami layangkan pada 2 Agustus 2016, sedangkan pekan depan sudah memasuki agenda jawaban dari tergugat. Proses hukum saat ini sedang berjalan, harusnya Bupati Bekasi Neneng tidak dulu melantik pemenangnya," katanya.

Dikatakan Sulaiman, gugatan tersebut dilatarbelakangi rangkaian proses seleksi yang diduga melanggar ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum.

Sejumlah ketentuan rekrutmen yang dianggap merugikan kliennya itu di antaranya perihal batasan usia peserta minimum 50 tahun untuk kandidat eksternal dan 55 tahun untuk kandidat internal. "Kandidat terpilih sudah melampaui batas usia yang disyaratkan tim seleksi, tapi kenapa tetap dimenangkan," katanya.

Pihaknya juga mempertanyakan independesi tim seleksi atas pelaksanaan seleksi yang terkesan tertutup kepada kandidat lain. (Baca Juga: Direksi Metromini Gugat Aturan RUPS)

"Sejak awal pendaftaran hingga proses pelantikan, klien kami tidak pernah diinformasikan tahapan demi tahapannya. Tiba-tiba muncul pelantikan secara mendadak di kantor Bupati Bekasi pukul 06.30 WIB tadi," katanya.

Upaya pelantikan pun, kata dia, tidak melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi selaku salah satu pemegang saham di PDAM Tirta Bhagasasi. "Seharusnya Bupati Bekasi menghormati persoalan hukum yang berjalan. Gugatan hukum dan laporan penyalahgunaan wewenang sedang berjalan di Polda Metro Jaya dan PTUN. Ini ada apa," katanya.

Anggota Badan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi, Nurhawi, membantah proses seleksi dilakukan secara tertutup. "Panitia seleksi telah melakukan fit and proper test selama beberapa hari. Hasil seleksi diumumkan pihaknya padal 24 Juli 2016 setelah hasil seleksi diserahkan kepada bupati dan wali kota Bekasi," katanya.

 
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua