Kamis, 01 September 2016

Terpilih Ketum AKPI, James Siapkan Agenda Kerja Penting

Salah satunya adalah tentang perlindungan kurator.
FNH/CR20
James Purba (kanan) setelah menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Foto: AKPI

Kurator yang juga berpofesi sebagai advokat, Jamaslin James Purba kembali terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (). Ia akan menjabat untuk periode 2016-2019. Dalam yang berlangsung, Rabu (31/8) sore, James memperoleh 194 suara. Kandidat lain, Bona Sitanggang, hanya memperoleh 96 suara.

Begitu terpilih James mendapatkan ucapan selamat dari peserta Rapat Anggota Tahunan AKPI. Ditemui usai acara pemilihan, James mengatakan semua janji-janji kampanye saat ia mencalonkan diri menjadi Ketum AKPI periode 2013-2016 sudah terpenuhi. Ada beberapa agenda besar yang sudah direalisasikan bersama pengurus AKPI sebelumnya. Misalnya, pembentukan Komite Bersama AKPI dengan Kementerian Hukum dan HAM. Komite Bersama ini khusus mengurusi pendidikan dan rekrutmen kurator.
 
Selain itu, sejak 2014, AKPI menjadi badan hukum; anggaran dasar organisasi berhasil direvisi, kartu anggota diterbitkan (ID Card), dan perbaikan kualitas pendidikan kurator. Dalam bidang legislasi, AKPI dilibatkan dalam perumusan RUU KUH Perdata dan RUU Balai Harta Peninggalan (BHP).
 
Dalam periode kepemimpinan kedua ini, James, mengatakan sudah menyiapkan beberapa rencana kerja baik jangka pendek dan jangka panjang. Salah satunya, menyelesaikan proses izin praktik 52 kurator yang baru saja selesai mengikuti ujian dan dinyatakan lulus. Juga, melanjutkan konsolidasi terkait banyaknya laporan yang ditujukan kepada kurator yang perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan dari organisasi.
 
“Untuk sekarang baru selesai rekruitmen dan baru diluluskan 52 kurator baru per 27 agustus 2016. Itu juga akan kita urus perizinannya ke Kemenkumham melalui AKPI supaya mereka bisa melakukan praktik,” jelas James kepada , Rabu (31/8).
 
Ia juga ingin fokus pada perlindungan kurator. AKPI ingin meminimalisasi kriminalisasi terhadap curator. Caranya antara lain meningkatkan kualitas dan profesionalitas anggota AKPI dalam menjalankan tugas. AKPI akan melanjutkan agenda kerja tetap seperti pendidikan berkelanjutan sebagai syarat memperpanjang izin profesi kurator, sosialisasi UU Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang () ke sejumlah daerah, dan sosialisasi ke penegak hukum untuk memberikan pemahaman terkait kerja kurator.
 
“Tiba-tiba ada kepailitan di suatu daerah yang jarang ada kasus kepailitan. Kurator perlu lakukan sosialisasi supaya (masyarakat) lebih tahu. Termasuk penegak hukum di daerah. Kita akan undang untuk ikut serta supaya mereka tahu apa dan bagaimana prosesi pemberesan harta pailit oleh kurator,” pungkasnya.
 

Jamaslin James Purba lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 10 Desember 1967. Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Saat menjadi mahasiswa, ia aktif di beberapa organisasi seperti Mahasiswa Pecinta Alam (Mapagama), Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi), dan senat mahasiswa. Pascasarjana juga diraih dari kampus yang sama pada 2013, dengan mengambil tesis tentang kepailitan dan PKPU.
 
Setelah lulus kuliah akhir 1992, James mulai meniti karier di Jakarta sebagai asisten advokat dan penasihat hukum. Ia menjadi pada . Pada masa ini, James Purba banyak bersentuhan dengan kasus-kasus di bidang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan korporasi.
 
Dua tahun berselang, pada tahun 1994, James Purba bergabung sebagai pada , yang juga banyak menangani permasalahan HKI. Dua tahun kemudian ia bergabung dengan .
 
Pasca krisis moneter yang melanda Indonesia tepatnya pada tahun 1999, James Purba ikut bergabung dengan Hotman Paris Hutapea. Hotman keluar dari Makarim & Taira S dan membentuk firma hukum sendiri. James mengaku pengalaman, , pengetahuan dan jaringan yang diperoleh selama bekerja di beberapa kantor hukum menjadi bekal berharga  untuk mandiri. Buktinya, sejak 2002, James membuka kantor hukum sendiri, .
AKPIproses pemilihan







hukumonline

UU No. 37 Tahun 2004



Profil


junior associateWidjojo & Partners Law Firm

associate lawyerAmroos & Partners Law FirmMakarim & Taira S Law Firm

skillLaw Firm James Purba & Partners

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua