Jumat, 02 September 2016

Ini Modus yang Dipakai Tersangka Pelaku Prostitusi Anak Online

Salah satu tersangka praktik prostitusi anak online ternyata tukang sayur. Awalnya, anak-anak diajak berdagang sayur, kemudian kalau mau dapat uang tambahan, mereka diajak menjadi pekerja seks.
ANT/Mohamad Agus Yozami
Ilustrasi: BAS.
Tersangka kasus praktik prostitusi anak online untuk para homoseksual, E bekerja sebagai pedagang sayur di Pasar Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

"Si E itu pedagang sayur," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (2/9).

Dalam kasus ini, E merekrut anak-anak untuk diserahkan ke tersangka AR. Mulanya E mengajak anak-anak untuk berdagang sayuran.

"Awalnya anak-anak diajak berdagang sayur, kemudian kalau mau dapat uang tambahan, dia (E) mengajak (anak-anak) untuk melakukan itu (menjadi pekerja seks)," kata Brigjen Agung.

Dalam jaringan AR, E juga berperan sebagai penyedia rekening untuk menampung uang hasil bisnis prostitusi online milik AR. E juga diketahui memiliki orientasi seks yang menyimpang.

"E melakukan hubungan badan dengan anak-anak lelaki," ujarnya. (Baca Juga: Pelaku dan Penggunan Jasa Prostitusi Anak Harus Dihukum Berat)

E ditangkap bersama dengan satu tersangka lainnya yakni U di Pasar Ciawi, Bogor, Jabar pada Rabu (31/8) malam, terkait kasus praktik prostitusi anak online untuk kaum homoseksual.

Sementara, U berperan sebagai muncikari yang 'memiliki' empat anak sebagai pekerja seks. Jaringan U diketahui berbeda dengan jaringan AR.

Sebelumnya, polisi terlebih dulu menangkaptersangka AR (41 tahun) di salah satu hotel di Jalan Raya Puncak KM 75 Cipayung, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (30/8).

Dalam penangkapan AR, polisi juga mengamankan tujuh korban, yakni enam anak laki-laki di bawah umur dan seorang pria berusia 18 tahun. Tersangka AR berperan sebagai muncikari menawarkan jasa kepada pelanggan melalui jejaring sosial Facebook.

Tarif yang ditawarkan AR kepada para pelanggannya adalah sebesar Rp1,2 juta yang dibayar melalui transfer bank. Sementara uang yang diterima korban berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

AR, U dan E dikenakan pasal berlapis terkait UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi, UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, UU No.8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dan UU No.21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

 
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua