Senin, 26 September 2016

Babak II Lomba Debat Hukum Online Nasional 2016 Dimulai

M-25
Setelah digelar dari awal bulan lalu, Liga Debat Hukum Online Nasional 2016 telah memasuki babak kedua. Di mana 16 universitas yang menang pada babak pertama, akan saling berhadapan untuk melaju ke babak selanjutnya. Mengenai waktu voting sudah dimulai sejak 23 September kemarin dan berakhir pada tanggal 2 Oktober mendatang.
 
Di babak kedua dan selanjutnya, bagi kampus yang menang sudah bisa melihat lawan berikutnya melalui bagan yang telah diatur sejak awal. Sedangkan dalam pemilihan tema untuk babak kedua diacak dengan sistem pengocokan melalui video yang telah diunggah di laman youtube dan hukumpedia.com.
 
Berikut tema dan universitas yang akan beradu argumen. Pertama, Unversitas Surabaya (Pro) bertemu Universitas Internsional Batam (Kontra) dipertemukan dengan tema “Keterlibatan DPR dalam Seleksi Pejabat Negara”. Kedua, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (Pro) bertemu Universitas Airlangga (Kontra) dengan tema “Jaringan Gembong Narkotika”.
 
Ketiga, Unversitas Islam Negeri Alauddin Makasar (Pro) bertemu Universitas Jenderal Soedirman (Kontra) dengan tema “Organisasi Advokat: Single Bar atau Multi Bar”. Keempat, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (Pro) bertemu Universitas Padjadjaran (Kontra) dengan tema “Revisi UU ITE: Penghinaan dalam Revisi UU ITE”.
 
Kelima, Universitas Hasanuddin (Pro) bertemu Universitas Pancasila (Kontra) dengan tema “Perbedaan Penanganan Pengguna Narkoba”. Keenam, Universitas Kristen Indonesia (Pro) bertemu Universitas Pamulang (Kontra) dengan tema “Sertifikasi Kompetensi Advokat”. Ketujuh, Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (Pro) bertemu Universitas Indonesia (Kontra) dengan tema “Blokir Laman Internet”. Dan terakhir, Universitas Trisakti (Pro) bertemu Universitas Pelita Harapan dengan tema “Revisi UU terorisme”.
 
Bagi universitas yang lolos pada babak kedua, akan mengikuti babak perempat final yang akan dimulai pada tanggal 4 Oktober mendatang.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua