Jumat, 14 Oktober 2016

‎Pansel Luluskan 6 Hakim ad Hoc Tipikor

Agus Sahbani
Panitia Seleksi Calon Hakim Ad Hoc Tipikor yang diketuai Artidjo Alkostar mengumumkan seleksi profile assessment dan wawancara. Dari 85 calon yang mengikuti seleksi tahap akhir ini, Pansel hanya menetapkan enam nama yang dinyatakan lulus masing-masing tiga nama untuk pengadilan tingkat pertama dan banding.
 
"Pansel hanya meluluskan enam nama yang telah mengikuti seleksi profile assesment dan wawancara pada 10-13 Oktober di Pusdiklat MA," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur saat dihubungi, Jum'at (14/10) malam.
 
Berikut enam nama yang dinyatakan lulus beserta asal pengadilan tingginya. Pengadilan Tingkat Pertama yakni Irawan Ismail (PT Mataram), Emma Ellyani (PT Bengkulu), dan Jeffry Yefta Sinaga (PT Banten). Sedangkan Pengadilan Banding yakni Petrus Paulus Maturbongs (PT Jayapura), AAA Putu Oka Dewi Iriani (PT Denpasar), dan Sarwoko (PT Surabaya).
 
"Peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan mengikuti Diklat setelah mengisi formulir LHKPN yang disediakan KPK," kata Ridwan menambahkan.
 
Sebelumnya, ICW-MaPPI FHUI telah menyampaikan hasil penelusuran rekam jejak terhadap 62 dari 85 calon hakim ad hoc tipikor tingkat pertama dan banding kepada Ketua Pansel Calon Hakim Ad Hoc Tipikor 2016 Artidjo Alkostar sebagai masukan. Dari jumlah 62 calon ada 49 calon masuk kategori tanda merah. Artinya, bermasalah dari sisi integritas, kompetensi, dan independensi.
 
Dari sisi integritas banyak ditemukan potensial konflik kepentingan, pernah membela terdakwa korupsi (advokat), job seeker. Sisi kompetensi, tidak memiliki kapasitas menguasai peraturan perundang-undangan tentang tipikor, perpindahan hakim ad hoc Pengadilan Hubungan Industrial menjadi hakim ad hoc tipikor. ‎Sisi indepedensi, ditemukan calon berafiliasi dengan partai politik dan masih aktif sebagai anggota parpol. Karena itu, ICW-MaPPI FHUI minta Pansel tidak meloloskan calon hakim ad hoc tipikor bertanda merah.
 
Sementara hanya ada tiga nama calon masuk kategori tanda hijau dan 10 nama calon yang masuk kategori tanda kuning. ICW-MaPPI FHUI merekomendasikan 13 nama yang perlu dipertimbangkan Pansel untuk bisa diterima. Sisanya, 23 nama lain belum ditelusuri lebih jauh karena 25 calon hakim ad hoc tersebut berada di daerah. Untuk itu, 23 nama tersebut perlu didalami lebih jauh oleh Pansel.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua