Senin, 24 October 2016

Ini ‘Jawara’ Kompetisi Peradilan Semu Konstitusi 2016

Atas dasar bobot penilaian kelengkapan berkas dan penguasaan materi, Tim Juri menetapkan FH Udayana sebagai peserta terbaik.
AGUS SAHBANI
Ketua MK Arief Hidayat berpidato saat pembukaan kompetisi Peradilan Semu Konstitusi. Foto: MK

Sejak Jum’at (21/10) kemarin, 12 delegasi perguruan tinggi telah mengikuti babak penyisihan Kompetisi Peradilan Semu Konstitusi Piala Ketua MK Tahun 2016. Alhasil, Tim Juri yang diketuai Hikmahanto Juwana menetapkan tiga peserta terbaik. Tim juri menilai ketiga perguruan tinggi ini menunjukkan performa terbaik di ajang peradilan semu konstitusi tingkat nasional bagi para mahasiswa hukum ini.
 
“Fakultas Hukum (FH) Universitas Udayana meraih Juara I, sementara Juara II dan Juara III diraih FH Universitas Lampung dan FH Universitas Trisakti. Mereka meraih Piala Ketua MK,” ujar salah satu anggota Tim Juri, Fajar Laksono saat dihubungi, Senin (24/10).
 
MK bekerja sama dengan Universitas Tarumanegara (Untar) Kompetisi Peradilan Semu Konstitusi Piala Ketua MK Tahun 2016 yang diikuti puluhan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari 34 artikel dengan tema “Ambang Batas Perolehan Suara dalam Perkara Pilkada Serentak: Antara Demokrasi Prosedural dengan Demokrasi Substansial
 
Kedua belas 12 perguruan tinggi yang dimaksud yakni FH Unversitas Lampung, FH Universitas Negeri Surabaya, FH Universitas Trisakti, FH Universitas Panca Bhakti Pontianak, FH Universitas Muhammadiyah Jakarta, FH Universitas Merdeka Malang, FH UIN Sunan Kalijaga, FH Universitas Indonesia, FH Universitas Udayana, FH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, FH Universitas Pamulang, FH Universitas 17 Agustus.
 
Saat babak penyisihan yang diikuti 12 perguruan tinggi pada 21-22 Oktober 2016, masing-masing delegasi mempraktikkan peradilan semu perkara pengujian tentang Penataan Ruang dan tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Materinya mengenai Pemohon, tanggapan Pihak Pemerintah dan DPR serta adanya keterangan saksi dan ahli dalam persidangan. Akhirnya, Tim Juri menetapkan FH Universitas Udayana sebagai Juara I dan berhak menggondol Piala Ketua MK.
 
Fajar menerangkan saat praktik peradilan semu ini tiga finalis tersebut dihadap-hadapkan dalam persidangan. Misalnya, ketika Tim Delegasi FH Udayana sebagai Pemohon dihadapkan dengan Tim Delegasi FH Universitas Lampung atau FH Universitas Trisakti sebagai pihak Pemerintah dan DPR atau sebaliknya. “Saat finalis ada tiga sesi sidang pengujian UU ASN dengan posisi yang berbeda-beda,” kata Fajar menjelaskan.
 
Adapun parameter penilaian praktik peradilan semu konstitusi ini terdiri atas dua yakni kelengkapan berkas dengan bobot 20 persen dan penguasaan materi (substansi) dengan bobot 80 persen termasuk penampilan . Kelengkapan berkas meliputi format berkas permohonan, tanggapan/keterangan Pemerintah dan DPR, keterangan saksi dan ahli termasuk penyusunan alat bukti.
 
“Dari sisi substansi, penguasaan terhadap hukum acara, , argumentasi alasan konstitusional, argumentasi keterangan ahlinya, dan penampilan termasuk atribut persidangan. Atas dasar bobot penilaian ini, kita menetapkan FH Udayana sebagai peserta terbaik,” tegasnya.     
 
memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai sarana peningkatan bagi para mahasiswa. “Saat ini, mahasiswa sudah dilatih (teori) di kampus. Namun, jika tanpa semuanya menjadi percuma,” katanya seperti dikutip laman resmi MK. (Baca juga: ).
 

 
.




menggelar” yang masuk, Tim Juri memutuskan 12 perguruan tinggi berhak masuk ke babak penyisihan.



UU No. 26 Tahun 2007UU No. 5 Tahun 2014



(performance)

legal standing

Sebelumnya, saat membuka acara ini, Selasa (18/10) lalu, Ketua MK Arief Hidayat mengatakan kegiatan moot courtsoftskillhardskill softskill4 Fakultas Hukum Berkompetisi di International Air Law Moot Court

Arief menegaskan cara berpraktik hukum menjadi esensial untuk dipelajari agar setelah lulus dari kampus hukum para mahasiswa tak gagap dalam menghadapi realitas dunia hukum. Khususnya, dalam praktik beracara di MK yang memiliki banyak perbedaan dengan peradilan umum.

“Saya sarankan nanti di Pusdik (Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi MK) teman-teman dapat mengeksplorasi lebih dalam lagi. Sebab, disana akan banyak materi salah satunya tentang tata cara beracara di MK,” jelasnya di hadapan para peserta moot court

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua