Jumat, 04 November 2016

Melanggar Kawasan Tanpa Rokok? Siap-Siap Disidangkan

Penegakannya belum serius.
ANT/MYS
Merokok di tempat terlarang bisa dihukum. Ilustrasi Foto: SGP
Kebiasaan merokok masih sulit dihilangkan oleh sebagian orang. Gara-gara ingin merokok, orang seringkali lupa tentang adanya larangan merokok di tempat-tempat tertentu seperto bandara, hotel, sarana kesehatan, dan kendaraan umum. Tempat terlarang itu masuk zona Kawasan Tanpa Rokok (KTR) atau kawasan bebas rokok.
 
Warga belum sepenuhnya mematuhi larangan merokok di area publik. Di Bandara Soekarno Hatta, misalnya. Berdasarkan pemantauan Hukumonline, Kamis (03/11) kemarin, masih ada pengunjung yang merokok bukan pada tempat yang disediakan. Tidak ada petugas juga yang menegur pelaku.  Penegakan aturan larangan merokok di KTR  terkesan belum serius. (Baca juga: Kadishub DKI: Terminal Tidak Boleh Jual Rokok).
 
Melanggar KTR sebenarnya bukan tanpa sanksi. Selain payung hukum nasional, ada juga daerah yang sudah membuat Perda tentang larangan merokok di tempat umum, antara lain Kabupaten Bogor, Payakumbuh, dan Jakarta. Merokok di kawasan KTR? Siap-siap menghadapi sidang tindak pidana ringan. (Baca juga: Pejabat Pemkab Bogor Terancam Sanksi).
 
Tak percaya? Simak saja kejadian di Kota Denpasar ini. Di Denpasar, 11 pelanggar KTR baru saja disidangkan melalui mekanisme sidang tipiring. Seorang jaksa, Yudi Purwanto, membacakan tuntutan, lalu putusan dijatuhkan hakim tunggal Wayan Kawisada. Hakim menghukum para pelanggar itu hukuman alternatif: membayar masing-masing 100 ribu rupiah, atau kalau tak sanggup bayar jalani tiga hari kurungan.
 
Seperti dikutip dari Antara, Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Dinas Ketentraman dan Ketertiban Kota Denpasar Gede Sudana mengatakan pemerintah kota telah mengeluarkan Peraturan Daerah No. T tahun 2015 tentang KTR. Di Denpasar, penegakan atas Perda ini sudah diamanatkan Walikota. Petugas Satpol PP bertugas mengawasi KTR di lapangan.
 
Langkah pengawasan tersebut, kata Sudana, dilakukan agar masyarakat tidak merokok sembarangan tempat. Selain itu sidang ini juga untuk memberikan efek jera kepada warga masyarakat serta mengantisipasi perokok pemula. Sudana menambahkan, sidang tipiring sengaja dilakukan di tempat terbuka. Guna menyosialisasikan kepada warga masyarakat umum sehingga bisa tahu. Sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi oleh tim terpadu yang memberikan sosialisasi, informasi serta pemasangan tanda KTR.
 
Sudana lebih lanjut mengatakan warga masyarakat merespon baik tentang KTR. Sebagian besar masyarakat sudah paham dan mendisiplinkan diri untuk tidak merokok di areal publik. (Baca juga: Kewajiban Tempat Kerja Menyediakan Tempat Merokok).
 
"Hanya sebagian kecil saja yang masih bandel, namun itulah tujuan kami untuk terus mensosialisasikan penerapan kawasan tanpa rokok ini. Untuk masyarakat Kota Denpasar, mari terus kita dukung penerapan Perda No.  7 Tahun 2015 tentang KTR. Agar ke depannya, areal publik bisa menjadi kawasan yang nyaman untuk digunakan seluruh lapisan masyarakat," katanya.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua