Rabu, 09 November 2016

Rekrutmen Terbuka Satukan Tim FHUI dalam Liga Debat Hukum Online Nasional 2016

Meski begitu, ketiganya telah mengenal satu sama lain dan semakin mempererat pertemanan sejak mengikuti LDHON 2016.
M-25
Tim FHUI yang ikut LDHON 2016. Foto: Hukumpedia

Liga Debat Hukum Online Nasional (LDHON) 2016 terus bergulir hingga ke babak semifinal. Kali ini, salah satu tim yang lolos adalah tim dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Tim yang terdiri dari dua cewek dan satu cowok itu memastikan persiapan mereka dalam menghadapi babak semifinal.
 
Perjalanan tim yang beranggotakan , dan itu bukan tanpa hambatan. Dari mulai babak penyisihan dalam LDHON 2016, tim FHUI harus menghadapi lawan-lawan tangguh lainnya. Mulai tim dari FH Trisakti dan STHI Jentera.
 
Dalam babak semifinal, tim FHUI akan bertemu dengan tim “LeDHaK” dari FH Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Topik debat yang diangkat adalah “Penambahan Kewenangan BIN dalam Pemberantasan Terorisme”. Tim FHUI sebagai pihak kontra sedangan tim dari FH Unhas sebagai pihak yang pro.
 
Dinda mengisahkan pertemuan antar sesama anggota tim “Asya” yang dinilainya dadakan itu. Awalnya, untuk mengikuti lomba ini ketiganya wajib mengikuti rekrutmen terbuka yang dilakukan oleh Indonesian Law Debate Society (ILDS) FHUI. Dalam rekrutmen tersebut, mahasiswa yang ingin ikut lomba wajib melampirkan esai terlebih dahulu.
 
Kemudian, ILDS akan memilih esai mana yang lolos lalu diwawancarai. Jika lulus, maka wajib menandatangani kontrak terkait kesanggupannya dalam mengikuti LDHON 2016. “Teken kontrak bisa latihan setiap hari, gini gitu atau meluangkan waktunya untuk lomba itu nanti,” kata Dinda kepada , Kamis (3/11).
 
Meski tim bertemu melalui rekrutmen terbuka, Dinda mengatakan, sesama anggota tim tetap telah mengenal satu sama lain. Bahkan, ketiganya tercatat satu angkatan, yakni tahun 2013 di FHUI. Ia mengatakan, lomba ini semakin mempererat kedekatan mereka sesama anggota tim.
 
“Kalau dengan tim ini belum pernah (juara lomba debat, red), tapi kalau sama tim selain ini sudah pernah,” ujar Dinda yang telah mengikuti lomba debat dari sejak SMA ini.
 
Dinda mengapresiasi program LDHON 2016 yang digaungkan oleh hukumonline ini. Menrutnya, program ini memperlihatkan contoh yang baik bagi adik junior di kampus terkait dengan mengikuti lomba debat. Namun, lantaran program secara online yang baru ini perlu perbaikan untuk penyempurnaan ke depannya, terkait dengan peraturan teknis perlombaan. Mulai ada technical meeting terlebih dahulu antara panitia dan peserta sehingga diketahui hak-hak yang ada pada panitia maupun peserta.
 
Walau begitu, Dinda mengatakan, lomba debat secara online ini memiliki tantangan tersendiri bagi peserta. Tantangan terberat pada saat mengumpulkan dukungan atau votting dalam lomba. Publikasi permintaan dukungan dari rekan-rekan satu kampus menjadi hal penting bagi dirinya.
 
“Dari awal kita harus cari dukungan bagaimana pun, mengenai materi debatnya. kita itu awalnya biarlah nanti ada juri yang menilai ternyata kan baru komunitas yang menilai, jadi benar-benar minta tolong teman FHUI, jadi besar itu sih tantangannya, publikasinya,” tutupnya.


Meyliana SantyDinda Imani KhamasasiyahMuhammad Krishna Vesa

(Baca Juga: 4 Kampus Siap Bertanding di Semifinal Liga Debat Hukum Online Nasional 2016)



hukumonline



(Baca Juga: Ini Dia Tim FH Unpad di Liga Debat Hukum Online Nasional 2016)





(Baca Juga: 32 Fakultas Hukum Siap Bertarung dalam LDHON 2016)

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua