LDHON 2016:

Satu Tim Beda Angkatan, Cara Regenerasi FH UNHAS

Pembentukan tim juga melalui tahapan yang panjang, dari memilah materi, mewawancarai, membentuk kelompok hingga battle antar kelompok. Pemenangnya bisa menjadi perwakilan UNHAS dalam ajang lomba.
Oleh:
M-25
Bacaan 2 Menit
Tim FH UNHAS. Foto: Hukumpedia
Tim FH UNHAS. Foto: Hukumpedia
Empat tim Fakultas Hukum (FH) masuk ke babak semifinal Liga Debat Hukum Online Nasional (LDHON) 2016. Perjalanan keempat tim itu tinggal beberapa langkah lagi menuju kursi nomor satu di ajang bergengsi dan pertama kali secara online ini. Salah satu tim yang masuk empat besar adalah Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi (LeDHak) FH Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.
 
Untuk masuk dalam semifinal LDHON 2016, tim FH UNHAS telah mengalahkan tim dari FH Universitas Jember, FH Universitas Pancasila dan FH Universitas Pamulang. Tim yang beranggotakan Wahyudi Kasrul, Dedy Chaidiryanto dan Muhammad Idham Chaeruddin ini sudah mempunyai prestasi di tingkat nasional. Tercatat dua dari anggota tim ini telah mengikuti beberapa lomba debat dan berhasil menjuarai beberapa lomba tingkat nasional tersebut.
 
Wahyudi misalnya pernah juara dalam Padjadjaran Law Fair tahun 2014 dan juara tiga tingkat regional debat konstitusi tahun yang sama. Sedangkan Dedy, pernah menjadi berkas terbaik untuk konstitusional drafting dalam Padjadjaran Law Fair. “Kebetulan tahun ini Dedy juga lolos untuk konstitusional drafting di MPR,” kata Wahyudi ketika dihubungi hukumonline, Rabu (9/11). (Baca Juga: Rekrutmen Terbuka Satukan Tim FH UI dalam Liga Debat Hukum Online Nasional 2016)
 
Ia menjelaskan, dari tim UNHAS hanya Idham yang belum berkompetisi di tingkat nasional. Alasannya karena Idham adalah mahasiswa baru. Keterlibatan Idham dalam tim di LDHON 2016 ini memang sengaja dilakukan UNHAS. Menurut Wahyudi, pembentukan tim yang berbeda angkatan ini bertujuan untuk mempercapat regenerasi agar kedalaman tim yang diutus tetap terjaga.
 
Meski begitu, tim dari FH UNHAS ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Tim ini lahir dari kerja keras dan seleksi yang ketat di kampus. Menurut Wahyudi, pembentukan tim ini melalui dua tahap. Pertama, tahap pengelompokan materi yang dikirim para pendaftar. Setelah dikelompokkan, kemudian diwawancarai secara individu.
 
Lalu, masuk tahap kedua. Pada tahap ini, dibentuk kelompok dan kemudian dilakukan battle antar kelompok tim. Pemenangnya bisa mewakili FH UNHAS untuk mengikuti ajang LDHON 2016. Bukan hanya itu, setiap tim yang diterjunkan dalam ajang lomba, juga ditambah dengan satu orang official. (Baca Juga: Tim FH UIB Lahir dari Seleksi Ketat Kampus)
 
“Kalau sistem di Ledhak ada satu orang official seperti manajer tim yang mengatur jadwal latihan dan sebagainya, dan itu dijabat oleh Muhammad Fauzi Ramdhan,” ungkap Wahyudi.
 
Walau persiapan matang telah dilakukan tim LeDHak, namun, dalam ajang LDHON 2016 ini memiliki tantangan tersendiri. Menurut Wahyudi, tantangan terberat dalam lomba ini pada saat pengumpulan voting, sehingga wajib membuat orang paham dengan materi yang disampaikan. Jika pesan yang disampaikan dapat diterima, dukungan melalui votting pun bisa terjadi.
 
Wahyudi berharap, ajang LDHON ini tak hanya selesai untuk satu kali saja. Ia berharap, di tahun-tahun mendatang, ajang ini bisa tetap menghiasi kompetisi debat hukum antar kampus. Bahkan, Wahyudi berharap, di masa yang akan datang, seluruh FH yang ada di Indonesia bisa ikut berpartisipasi dalam ajang ini, dengan cara menjadi perwakilan tiap wilayah Indonesia. (Baca Juga: Ini Dia Tim FH Unpad di Liga Debat Hukum Online Nasional 2016)
 
“Sekarang kan kini baru 32 FH, sedangkan dari kampus lain juga masih ada. Nanti juga dibagi buat wilayah contohnya daerah timur, daerah barat dan daerah tengah kemudian dipertemukan di final setiap wilayah agar lebih seru,” tukasnya
Berita Terkait