Senin, 16 January 2017

Masalah Keterangan Saksi dalam Perkara Ahok akan Berbuntut Panjang?

Keinginan untuk melaporkan balik beberapa saksi ke kepolisian sudah disuarakan.
CR21
Sidang Ahok. Foto: POLL/RES
Sidang kasus penodaan agama Islam oleh Ahok akan dilanjutkan pada Selasa (17/1) besok dengan agenda memeriksa dua anggota polisi dari Polres Bogor yang membuat dan mengetahui Laporan Polisi atas nama saksi pelapor H.Willyuddin.
 
Tim Pengacara Ahok keberatan atas kejanggalan pengaduan yang dibuat saksi Willyuddin. Tertera di Laporan Polisi bahwa waktu kejadian dugaan penodaan agama oleh Ahok terjadi pada 6 September di Kota Bogor padahal pidato Ahok terjadi pada 27 September di Kepulauan Seribu. (Baca juga: Hari Ini Sidang Ahok Masih Keterangan Saksi).
 
Awalnya Tim Pengacara juga meminta Hakim memerintahkan Jaksa agar memproses saksi ini dengan tuduhan laporan palsu. Namun musyawarah Majelis Hakim memutuskan untuk menghadirkan dua polisi yang membuat dan mengetahui Laporan Polisi di sidang berikutnya sebelum memutuskan apakah pemeriksaan H.Willyuddin akan dilanjutkan atau tidak atas kejanggalan tersebut. (Baca juga: Begini Alasan Ahok Tolak Eksepsi Ahok).
 
Dihubungi hukumonline, anggota Tim Pengacara Basuki Tjahaja Purnama, Edi Danggur mengatakan jaksa telah mengkonfirmasi kehadiran kedua polisi tersebut, “Ya, akan dihadirkan dua polisi dari Polres Bogor tersebut, juga akan ada tiga saksi pelapor tambahan yang akan dihadirkan Jaksa untuk diperiksa,” jelasnya.
 
Dalam sidang minggu lalu Tim Pengacara Ahok memperingatkan para saksi agar memberikan kesaksian yang benar di muka persidangan. Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika itu berulang kali memastikan para saksi telah membuat BAP dengan benar serta mencocokkan dengan isi Laporan Polisi yang semuanya ditandatangani para saksi.
 
Tim Pengacara berusaha memastikan keterangan para saksi mulai dari kecocokan isi Laporan Polisi dengan BAP hingga delik yang digunakan dalam pengaduan ke Kepolisian. Salah satu saksi pelapor Burhanuddin yang berprofesi sebagai advokat dipermasalahkan Tim Pengacara dalam sidang karena redaksi ‘penodaan’ dan ‘penistaan’ digunakan berganti-ganti di Laporan Polisi dan BAP-nya. Menurut Tim Pengacara Ahok jika melaporkan pelanggaran dengan 156a KUHP  seharusnya yang dipakai adalah ‘penodaan’, bukan ‘penistaan’ yang ada pada Pasal 310 KUHP.
 
Fifi Lety Indra, pengacara Ahok lainnya, mengatakan ada kemungkinan saksi pelapor akan dilaporkan balik ke Kepolisian. Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika akan mencocokkan terlebih dahulu seluruh isi Laporan Polisi, BAP, serta transkrip keterangan para saksi di persidangan sebagai dasar laporan. Pada persidangan sebelumnya Ahok sempat menyebut ada keterangan saksi yang berisi fitnah.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua