Kamis, 09 Pebruari 2017

Kunjungan Penting Akademisi TC Bernie School of Law Queensland University

Akses mahasiswa asing terhadap sumber-sumber hukum Indonesia berbahasa Inggris masih terbatas.
NEE
Foto: Hukumonline
Puluhan akademisi, terutama mahasiswa dan dosen, TC Beirne School of Law, University of Queensland Australia, berkunjung ke Jakarta. Rombongan menggelar pertemuan silaturahmi dengan jajaran redaksi Hukumonline, akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jentera, dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) di Jakarta, Rabu (08/2).
 
Hadir dalam pertemuan itu, Ketua STIH Jentera Yunus Husein, Direktur Bisnis Hukumonline Ahadi Bayu Tejo, Direktur Eksekutif PSHK M. Nur Sholikin. Mereka mendampingi pimpinan rombongan akademisi Australia, Simon Bronitt.
 
Professor Simon Bronitt, Deputy Dean (Research) and Deputy Head of School TC Beirne School of Law The University of Queensland menegaskan pembaruan hukum harus dimulai dari pendidikan hukum. Kuliah hukum sudah harus menggunakan pendekatan baru; pendidikan tak lagi melihat hukum sebagai aturan-aturan resmi (textbook) atau kerja lembaga-lembaga penegak hukum, tetapi juga perlu dilihat dari sudut pandang sosial dan masyarakat. Oleh karena itu pembaharuan pendidikan hukum harus melibatkan sebanyak mungkin ahli yang bisa memberikan sudut pandang baru.
 
Berbagi pengalaman Australia, Prof. Simon Bronitt menjelaskan pembaruan hukum di Australia tak lepas dari kontribusi komite khusus penanganan pembaruan hukum. Komite independen ini bekerja sejak 1970-an dan dibentuk di setiap negara bagian. Anggotanya akademisi dan praktisi hukum, termasuk hakim. Hasil kerja komite inilah yang membawa perubahan penting hukum di Australia dan membawa dampak positif sampai sekarang.
 
STIH Jentera termasuk lembaga pendidikan tinggi hukum yang mencoba membawa perubahan baru dalam memandang hukum, seperti dimaksud Simon Bronitt. Wakil Ketua STIH Jentera, Bivitri Susanti, menjelaskan sistem pengajaran di STIH mencoba memahami hukum dalam arti luas. Yang dihasilkan tak sekadar sarjana hukum. “Kami ingin membentuk kader untuk mendukung pembaharuan hukum di Indonesia, membawa mahasiswa untuk terlibat dalam kancah reformasi (hukum), membawa mahasiswa pada realita hukum di masyarakat,” jelasnya. (Baca juga: Kampus Perubahan Butuh Orang-Orang ‘Abnormal’).
 
Direktur Bisnis Hukumonline, Ahadi Bayu Tejo menjelaskan pentingnya aksesibilitas hukum melalui cara-cara yang mudah. Hukumonline tampil untuk memperkaya akses informasi hukum di Tanah Air. Ia mengajak mahasiswa Queensland University ikut lomba debat online agar lebih memahami hukum Indonesia.
 
Namun dalam sesi tanya jawab seorang mahasiswa Universitas Queensland mengungkapkan kesulitannya mengakses informasi dan database hukum Indonesia berbahasa Inggris. Mahasiswa asing penutur bahasa Inggris masih kesulitan mengakses data hukum berbahasa Inggris. Ia berharap Hukumonline bisa mengambil peran penting itu ke depan.
 
Mahasiswa Australia berkunjung ke Indonesia untuk mengenal lebih jauh sistem hukum negara tetangganya yang juga telah banyak menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Australia. Sebelum mengunjungi Kuningan Jakarta Selatan –tempat STIH Jentera, Hukumonline, dan PSHK berkantor-- rombongan telah mengunjungi  Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) di Depok.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua