Senin, 03 April 2017

‘Peradi English Club Discussion’, Mendorong Advokat Makin Kompetitif

Tema diskusi dibuat semenarik mungkin. Langsung disampaikan advokat asing yang terdaftar di organisasi.
NORMAN EDWIN ELNIZAR
Peserta English Club Discussion berfoto bersama, Kamis (30/3). Foto: EDWIN

Puluhan orang menyimak penjelasan Richard Cornwallis di salah satu ruangan kantor DPN Perhimpunan Advokat Indonesia, Grand Slipi Tower lantai 11 Jakarta, Kamis (30/3) lalu. Richard, advokat asing yang mendapatkan lisensi dari Peradi, sedang menjelaskan tips dan persiapan menjadi pengacara internasional. Komunikasi Richard dengan audiens dilakukan dalam bahasa Inggris.
 
Hari itu, Peradi memang sedang menggelar diskusi bertema ‘How to Become an International Lawyer’. Richard Cornwallis tampil sebagai pemateri sekaligus pemantik diskusi. Ini adalah bagian dari serial diskusi berbahasa Inggris yang diselenggarakan Peradi: . Di diskusi ini, para advokat bisa melatih diri bicara dalam bahasa Inggris sekaligus mendapatkan pengetahuan hukum sesuai tema.
 
Kemampuan berbahasa asing, khususnya Inggris, bagi advokat memang sudah menjadi kebutuhan. Apalagi mereka yang bergerak di bidang non-litigasi, yang sudah terbiasa membaca kontrak dagang internasional dan dokumen-dokumen berbahasa Inggris. Namun bukan berarti yang litigasi tak perlu bisa bahasa Inggris.
 
Nirmala, seorang penggerak English Club Discussion Peradi, dorongan untuk menggelar diskusi serial dalam bahasa Inggris semakin terasa setelah Peradi menggelar seminar internasional di Medan. Saat itu ada masukan dari anggota agar Peradi membuat kegiatan yang bisa mendorong dan meningkatkan kemampuan advokat berbahasa Inggris. “Dapat masukan dari anggota perlunya kegiatan untuk stimulasi kemampuan bahasa Inggris,” jelasnya kepada . (Baca juga: ).
 
Wakil Ketua Umum , Ricardo Simanjuntak, juga melihat kebutuhan bahasa Inggris seorang advokat kian besar di tengah persaingan bisnis global. “Kita menyadari bahwa dunia makin meng-internasional, apalagi dengan regionalism seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ujarnya. (Baca juga: ).
 
Dalam peta persaingan global itu, salah satu kemampuan paling mendasar adalah kemampuan berbahasa. Menurut lulusan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara ini, kemampuan berbahasa Inggris bagi advokat yang ingin masuk ke pasar internasional ibarat kemampuan matematika dalam mengerjakan soal-soal fisika. Sebelum advokat berhadapan langsung dengan bahan dan dokumen-dokumen berbahasa asing, mereka harus lebih dahulu memahami bahasa asing yang digunakan.
 
Advokat tak harus kursus secara formal. Mereka bisa mengasah kemampuan verbal berbahasa Inggris di English Club Discussion. Ricardo berharap diskusi serupa bisa digelar di tempat lain, tak hanya di Jakarta. “Agar semakin banyak advokat Indonesia yang memiliki kemampuan untuk memasuki pasar internasional,” harap Ricardo. (Baca juga: ).
 
Para penggagas dan penyelenggara acara diskusi pun tak kalah kreatif. Mereka membuat tema-tema yang menarik minat para advokat, dan pembicaranya adalah penutur asli, yakni advokat asing yang mendapatkan lisensi dari Peradi. Sebelum Cornwallis, Peradi menghadirkan Gustaaf Olivier Reerink, advokat asal Belanda yang bekerja untuk firma hukum ABNR.
 

Sekretaris Jenderal DPN Peradi, Thomas E. Tampubolon, tak menampik fakta masih banyak advokat Indonesia yang tak terampil berbahasa Inggris. Mungkin saja bisa berbahasa Inggris pasif, tetapi tak ada kesempatan luas berbicara aktif.
 
Thomas setuju kemampuan bahasa Inggris (atau bahasa asing lainnya) terus diasah karena tingkat persaingan semakin ketat. Faktanya kini semakin banyak dengan firma hukum luar negeri, sehingga komunikasi pengantar dilakukan dalam bahasa internasional itu. Lingkup kerja para advokat, kata Thomas, makin global.
 
Mau tidak mau, advokat yang ingin berkiprah di dunia bisnis global harus meningkatkan kemampuan bahasa asingnya. Di level ASEAN saja, diakui Thomas, kemampuan advokat Indonesia berkomunikasi bahasa Inggris masih harus diasah meskipun ada sejumlah advokat yang sudah . (Baca juga: ).
 
Menyadari pentingnya mengasah kemampuan bahasa Inggris (dan asing) anggotanya, Peradi menyediakan wadah English Club Discussion. “Kita sediakan wadahnya,” jelas Thomas kepada .

Senada dengan Ricardo, Thomas juga berharap agar serial diskusi dalam bahasa Inggris ini bisa dijadikan program kerja di tingkat DPC-DPC Peradi. Diskusi jangan hanya digelar di kantor pusat DPN Peradi. Ia berjanji mengusahakan agar Peradi bisa memfasilitasi standarisasi dan sertifikasi kemampuan bahasa Inggris hukum para advokat Peradi. “Kita akan terus kembangkan,” pungkasnya.


English Club Discussion Series



hukumonlineBegini Cara PERADI Tingkatkan Kompetensi Advokat Lokal

DPN PeradiYuk, Intip Lima Langkah Sukses Advokat Hadapi MEA



Peserta Seminar Internasional Peradi Membludak



Menyediakan wadah


firma hukum yang terafiliasi

go internationalJika Jasa Advokat Diliberalisasi

hukumonline

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua