Jumat, 28 April 2017

UIN Jakarta dan STHI Jentera Juarai Lomba Debat Padjadjaran Law Fair

Di babak final, kedua tim ‘bertarung’ dengan memperdebatkan mosi “Tidak Tercapainya Tujuan Pembangunan sebagai Alasan Pemberhentian Presiden”.
Tim Advertorial
Tim debat STHI Jentera. Foto: STHI Jentera
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi juara pertama lomba debat Padjajaran Law Fair (PLF) yang digelar di Universitas Padjajaran Bandung pada 21—23 April 2017. Sementara Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera meraih Juara II dalam ajang ini.
 
UIN Jakarta dan Jentera lolos ke babak final setelah menyisihkan 26 kampus di Indonesia yang ikut lomba tersebut. Mosi yang diperdebatkan oleh kedua tim di babak final adalah “Tidak Tercapainya Tujuan Pembangunan sebagai Alasan Pemberhentian Presiden”.
 
Sementara itu, sebelum menjadi finalis pada ajang ini, STHI Jentera berhasil menyisihkan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Universitas Parahyangan, dan UIN Walisongo Semarang di babak sebelumnya.
 
Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran tersebut telah memasuki gelaran ke-9. Tahun ini, tiga perlombaan kembali digelar, yaitu Lomba Debat Hukum Tingkat Universitas, Lomba Debat Tingkat SMA, dan Constitutional Drafting untuk tingkat universitas.
 
Tim debat STHI Jentera terdiri dari Muhammad Kahfi Rahmat Sampurno, Anita Nuraeni, dan Fatimah Huurin Jannah. Anita Nuraeni dan Fatimah Huurin merupakan mahasiwa semester kedua STHI Jentera, sementara Muhammad Kahfi merupakan mahasiswa semester empat.
 
Tim riset STHI Jentera terdiri dari Nurul Fazrie, Ni Komang Ayu Leona Wirawan, Kiki Marini Situmorang, dan Hidayatullah M Nasution, yang semuanya merupakan mahasiswa semester dua.
 
Dalam keikutsertaannya yang kedua di PLF, STHI Jentera berhasil meraih hasil yang lebih baik setelah tahun lalu mencapai babak semifinal. Prestasi itu tentu membanggakan bagi STHI Jentera mengingat STHI Jentera merupakan salah satu kampus hukum termuda di antara delegasi kampus hukum lain.
 
Dewan Juri dalam final lomba debat ini adalah Drs. Yana Indrawan, M.Si. (Kepala Biro Pengkajian MPR RI); Martin Hutabarat, S.H. (Pimpinan Badan Pengkajian MPR RI); Drs. Ferry Mursydan Baldan; Prof. Topo Santoso, S.H., M.H., Ph.D; Dr. Indra Perwira, S.H., M.H; Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, S.H., M.H.; Dr. Diani Sadiawati, S.H., M.H., LL.M.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua