Selasa, 14 November 2017

Cita-Cita Sang Pendiri yang Ingin Firma Hukum 'Hidup' Ratusan Tahun

Institusi law firm akan tetap "hidup" meski founding partner-nya pensiun atau meninggal dunia.
Novrieza Rahmi/Fitri Novia Heriani
Ilustrasi: HGW

Dahulu, banyak firma hukum Indonesia berjenis sole proprietor (praktisi tunggal) dan fokus pada bidang litigasi. Hanya segelintir dari mereka yang menerapkan sistem kemitraan (partnership) dan merambah bidang nonlitigasi. Apabila di Inggris, tipe advokat-advokat nonlitigasi seperti ini biasa disebut sebagai solicitor.

 

Memasuki era 1960 hingga 1970-an, mulai bermunculan beberapa firma hukum model partnership yang tidak hanya menguasai litigasi, melainkan juga nonlitigasi. Sebut saja, firma hukum Ali Budiarjo, Nugroho, Reskodiputro (ABNR) dan Mochtar, Karuwin, Komar (MKK) yang masing-masing berdiri pada 1967 dan 1971.

 

Selain dua firma hukum tersebut, ada pula Adnan Buyung Nasution & Associates (ABNA) yang berdiri pada 1969. Meski awalnya berdiri dengan partner tunggal, ABNA akhirnya mendirikan divisi korporasi bersama Timbul Thomas Lubis dan Sri Indrastuti Hadiputranto yang diberi nama Nasution, Lubis, Hadiputranto (NLH).

 

Sayang, NLH tak berumur panjang. Satu per satu associate NLH ke luar dan mendirikan kantor hukum sendiri. Dua partner NLH, Timbul dan Sri Indrastuti atau akrab disapa Tuti juga ke luar, kemudian bergabung dengan Mohamed Idwan Ganie dan Arief Tarunakarya Surowidjojo mendirikan Lubis, Hadiputranto, Ganie, Surowidjojo (LHGS).

 

NLH pun tak lagi eksis. Bukan hanya karena kepergian para partner dan associate-nya, tetapi juga karena kepergian sebagian besar staf NLH yang ikut "hijrah" ke LHGS. Sejak awal, para pendiri LHGS ingin membuat firma hukum besar. Namun, fakta berkata lain. LHGS juga mengalami perpecahan pada akhir 1980-an.

 

Tuti Hadiputranto bersama Tuti Dewi Hadinoto mendirikan Hadiputranto, Hadinoto & Partners (HHP) dengan menggandeng firma hukum asing, Baker & McKenzie. LHGS pun berubah menjadi Lubis, Ganie, Surowidjojo (LGS). Namun, di balik kegagalan, selalu ada hikmah yang dapat dipetik. Para pendiri firma hukum itu mulai belajar.

 

Mereka belajar bagaimana firma-firma hukum di luar negeri memiliki umur yang relatif panjang. Bukan hanya sampai puluhan tahun, melainkan sampai ratusan tahun umurnya. Rupanya, salah satu "kunci" adalah dengan menjadikan firma hukum sebagai sebuah institusi. Cita-cita ini pun "bergema" di benak para pendiri firma hukum Indonesia era 1980-an.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua