Jumat, 05 January 2018

Sepakat dan Permasalahannya: Teori dan Kepercayaan

 

Catatan. Sebagaimana sudah disebutkan di depan, pernyataan seseorang bisa diberikan melalui tindakan, ucapan, tulisan atau sikap si pemberi pernyataan.

 

Menurut Teori Kepercayaan, kalau pihak yang menerima pernyataan tahu atau sepatutnya tahu, bahwa si pemberi pernyataan keliru dalam pernyataannya, maka akseptasi dari pihak yang menerima pernyataan tidak menimbulkan perjanjian.

 

Masalah “tahu” dan/atau “sepatutnya tahu”, berkaitan dengan gambaran yang muncul pada benak pihak yang menerima penawaran (pernyataan) -- yang muncul sebagai akibat dari pernyataan si pemberi penawaran -- atas mana si penerima penawaran (pernyataan) patut untuk percaya, bahwa yang dinyatakan itu memang dikehendaki oleh si pemberi pernyataan, dengan perkataan lain percaya bahwa yang dinyatakan adalah sesuai dengan yang dikehendaki oleh si pemberi pernyataan. Di sini “kepatutan” mempunyai peranan turut menentukan lahirnya perjanjian.

 

Contoh: kalau setelah berunding mengenai suatu perjanjian tertentu, salah satu pihak menyalami pihak yang lain, maka bisa timbul gambaran dalam benak pihak lain dalam perjanjian, bahwa perjanjian itu telah disepakati. Tindakan “menyalami” dalam peristiwa seperti itu bisa menimbulkan gambaran (kepercayaan) dalam benak lawan janji dalam perjanjian, bahwa perjanjian dengan itu lahir.

 

Kalau dalam suatu lelang, ada hadirin yang menjulurkan jari atau tangan ke atas, maka pada benak juru lelang bisa timbul suatu kesan (gambaran), bahwa hadirin itu menawar harga yang baru saja disebutkan oleh juru lelang.

 

Kalau tamu di restoran setelah menghabiskan es kopior yang telah dipesan, kemudian ia membunyikan gelas minum dengan sendok dan mengangkat gelas itu disertai dengan menjulurkan jari telunjuk, maka pada pemilik restoran timbul suatu persepsi, bahwa tamu itu pesan 1 gelas es kopior lagi.

 

Masalahnya, kalau bukan seperti itu yang dimaksud oleh pihak yang memberikan pernyataan, apakah dalam peristiwa seperti itu dengan akseptasi dari lawan janjinya lahir suatu perjanjian? Kalau yang menyalami lawan janji tidak hendak menyatakan, bahwa perjanjian telah ditutup, tetapi hanya mau pamit saja; kalau yang menjulurkan tangan atau jari dalam lelang tidak hendak menawar, lalu apakah aksepatsi dari lawan janjinya menimbulkan perjanjian?

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua