Rabu, 10 January 2018

Kontroversi Fredrich Yunadi, Mulai dari Dugaan Ijazah Palsu Hingga Jadi Tersangka KPK

Pernah lolos 12 besar calon pimpinan KPK pada tahun 2010. Kini ditetapkan tersangka KPK.
Norman Edwin Elnizar
Fredrich Yunadi di mini bar Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta saat Rakernas Peradi. Foto: NEE

Fredrich Yunadi bisa dikatakan sebagai advokat paling banyak menarik perhatian publik sepanjang tahun 2017. Dalam penelusuran hukumonline, advokat yang mengaku senang hidup mewah ini ternyata pernah tersangkut dugaan ijazah palsu di Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Belakangan beredar kabar, dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena dianggap terlibat upaya menghalangi penyidikan kasus Setya Novanto.

 

Berita tentang sosoknya sebagai kuasa hukum Setya Novanto soal kasus korupsi E-KTP hampir mengimbangi pemberitaan Setya Novanto itu sendiri. Setiap ada perkembangan baru terkait Setya Novanto, Fredrich tampil menjadi berita lainnya yang tidak kalah menarik disimak.

 

Saat hukumonline melakukan penelusuran tentang rekam jejak Fredrich, ditemukan bahwa advokat ini pernah dilaporkan istrinya beberapa tahun lalu ke Peradi soal dugaan ijazah palsu. Cerita ini disampaikan oleh mantan anggota Dewan Kehormatan Peradi, Luhut M.P.Pangaribuan, kepada hukumonline pada November 2017.

 

Dalam wawancara seputar penegakan kode etik advokat di ruang kantornya, Menara Kuningan, tersebutlah beberapa contoh pelanggaran etik yang pernah Luhut ketahui bahkan disidangkan olehnya. Mulai dari advokat yang diberi skorsing karena menangani kasus tidak dengan advokat dalam satu surat kuasa, hingga pengaduan klien yang merasa ditipu advokatnya.

 

“Bagaimanapun advokat itu juga manusia, sama dengan polisi itu bisa bohong, bisa memeras, jaksa bisa begitu, hakim juga bisa begitu, apalagi advokat relatif lebih bebas karena tidak dalam struktur,” tutur Luhut.

 

Menurut Luhut, advokat harus bisa mempertanggungjawabkan setiap langkahnya secara yuridis dan tidak asal bicara kepada media massa soal perkara yang ditanganinya. “Perlu diperiksa ijazahnya kalau yang kayak begitu, apa itu ijazahnya palsu, ngomong yang nggak masuk akal,” katanya.

 

Dari sana Luhut mengingat bahwa ia pernah ditugasi untuk berurusan dengan Fredrich Yunadi saat Luhut masih menjabat Wakil Ketua Umum Peradi kala itu. “Ada massa yang datang ke Peradi, istrinya membawa puluhan orang, supaya Fredrich Yunadi dipecat karena ijazahnya palsu,” lanjut Luhut menceritakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua