Selasa, 23 January 2018

Belum Diadili, Terdakwa Malah Kembali Tertangkap Tangan Nyabu di Pengadilan

Polisi menemukan adanya barang bukti berupa alat hisap sabu seperti pipet, korek api, dan botol parfum kecil.
M. Agus Yozami
Ilustrasi pengguna narkoba: BAS

Dua terdakwa yang akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Provinsi Riau, tertangkap basah oleh aparat kepolisian karena diduga mengonsumsi sabu-sabu di ruang tunggu tahanan, Senin (22/1).

 

Humas Pengadilan Negeri Pekanbaru, Martin Ginting di Pekanbaru membenarkan perihal penangkapan tersebut. Akan tetapi, Martin belum dapat memastikan apakah dua terdakwa itu ditangkap karena penyalahgunaan sabu-sabu atau yang lain.

 

"Kita belum bisa menyimpulkan (menghisap sabu-sabu). Karena barang bukti yang digunakan sudah tidak ditemukan lagi. Kita tunggu hasil penyelidikan dari kepolisian," kata Martin seperti dikutip Antara.

 

Meski begitu, dia mengatakan jika dalam penangkapan tersebut, Polisi menemukan adanya barang bukti berupa alat hisap sabu seperti pipet, korek api, dan botol parfum kecil. Seluruh barang bukti itu ditemukan polisi di dalam toilet tahanan.

 

Martin menuturkan, pengungkapan itu berawal dari kecurigaan jaksa terhadap gerak-gerik dua terdakwa masing-masing berinisial Mo dan Ma. (Baca Juga: Nahas, Motor Milik Hakim Hilang di Halaman Pengadilan)

 

Berawal dari kecurigaan itu, Jaksa lantas berkoordinasi dengan pihak pengamanan PN Pekanbaru serta Kepolisian yang selalu menjaga jalannya sidang. Mereka kemudian melaksanakan penggerebekan secara menyeluruh di sel-sel tahanan Pengadilan. Hasilnya, ditangkap dua terdakwa berinisial Mo dan Ma tersebut.

 

Saat akan ditangkap, kedua terdakwa yang masih menjalani proses sidang kasus narkoba itu berusaha menghilangkan barang bukti ke dalam toilet. "Karena sadar aksi mereka diketahui, mereka langsung melakukan upaya penghilangan barang bukti yang dibuang di kloset. Sabu tak ditemukan, hanya mancis, pipet dan bong berupa botol tanpa tutup yang sudah masuk ke kloset," urainya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua