Kamis, 08 Pebruari 2018

Mengingat Kembali Tujuan Dan Perjuangan Muliamu, Advokat Oleh: Boris Tampubolon*)

 

Keempat, membangun negara hukum (rechstaat). Advokat Indonesia harus menyadari bahwa profesi advokat hanya bisa berfungsi dengan baik jika proses penegakan hukum atau the due proces of law dan fair trial bisa ditegakkan. Tegasnya, advokat sebagai pemberi jasa hukum baru berfungsi dan bermakna bagi masyarakat jika profesi advokat itu sendiri mampu berperan di dalam menjalankan tegaknya proses hukum dan peradilan yang jujur, objektif dan adil.

 

Dengan kata lain, advokat berkepentingan demi profesi hukumnya maupun kepentingan klien yang dibelanya untuk senantiasa memperjuangkan tegaknya negara hukum (rule of law), peradilan yang bebas dan tidak memihak (independence of judicary) serta proses hukum yang benar dan adil (the due proccess of law). Sebab semua prinsip-prinsip dan nilai-nilai itu merupakan suatu syarat mutlak yang tak bisa ditawar bagi advokat Indonesia. Tanpa tegaknya prinsip-prinsip dan nilai-nilai itu, percuma saja profesi advokat itu ada.

 

Kelima,membangun demokrasi.Demokrasi hanya bisa tegak dan berjalan kokoh jika ditunjang negara hukum yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak asasi manusia. Sebab, tanpa hukum demokrasi akan berkembang menjadi anarki, di mana masyarakat akan berbuat semau-maunya dan setiap orang menjadi serigala bagi yang lainnya.

 

Sebaliknya, negara hukum tanpa demokrasi akan melahirkan negara penindas, di mana hukum semata-mata dijadikan alat atau instrumen kekuasaan, sebab hukum yang dibuat hanya akan berorientasi kepada kepentingan kekuasaan semata dan tidak lagi mencerminkan rasa keadilan yang menjadi aspirasi masyarakat. Maka itu sebagai pejuang, advokat harus senantiasa memperjuangkan demokrasi disamping perjuangan menegakkan negara hukum.

 

Mengingat Kembali Tujuan dan Perjuangan Mulia Advokat

Berdasarkan uraian di atas, maka tidak heran advokat disebut sebagai officium nobile atau profesi yang mulia. Sebab profesi ini lahir didasarkan pada semangat bantuan hukum (pro bono) kepada masyarakat kecil, lemah, buta hukum dan tertindas, semangat untuk melawan penindasan dan kesewenang-wenangan kekuasaan/penguasa, semangat agar terciptanya negara hukum yang demokratis, juga tatanan hukum dan sosial yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat tanpa pandang bulu, latar belakang agama, status sosial dan lain sebagainya (kemanusiaan).

 

Oleh sebab itu mari kita jaga kemuliaan profesi advokat ini, mari kita selalu mengingat kembali apa yang menjadi tujuan dan perjuangan mulia advokat, dan tentu menghidupkannya dalam kerja-kerja advokasi kita.

 

Akhir kata saya ingin mengutip perkataan Todung Mulya Lubis dalam salah satu pidatonya di Ikadin: "Saya tidak mengatakan advokat tidak boleh menjadi kaya karena menjadi kaya bukanlah kejahatan. Being rich is not a crime. Adalah sah saja untuk menjadi kaya. Tetapi kita tak boleh melupakan tugas sejarah kita yaitu ikut membantu menegakkan keadilan bagi rakyat terutama rakyat kecil, kelompok marginal dan ‘the underrepresented’. Dari tubuh advokat harus menggema semangat untuk membongkar ketidakadilan, pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi".

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua