Kamis, 08 February 2018

Begini Kongkalikong Fredrich-Bimanesh Halangi Penyidikan Novanto

 

“Saat penyidik KPK menanyakan surat kuasa kepada Terdakwa. ternyata saat Itu Terdakwa tidak bisa memperlihatkannya sehingga Terdakwa laIu meminta kepada Deisti Astriani (istri Novanto) untuk menandatangani Surat Kuasa atas nama keluarga Setya Novanto yang baru dIbuat Terdakwa dengan tuIisan tangannya,” terang Jaksa Fitroh.

 

Diduga manipulasi data

Masih dalam proses penggeledahan, Fredrich juga mengaku tidak mengetahui dimana keberadaan Novanto saat ditanya penyidik. Padahal, jaksa menganggap sebelumnya ia telah menemui Novanto di gedung DPR dan saat penyidik KPK datang Novanto terIebih dahulu pergi meninggalkan rumahnya bersama dengan dua ajudannya yaitu Azis Samual dan Reza Pahlevi menuju Bogor dan menginap di Hotel Sentul sambil memantau perkembangan situasi melalui televisi, sebelum keesokan harinya ia kembali lagi ke Jakarta menuju gedung DPR.

 

Pada 16 November 2017 sekitar pukuI 11.00 WIB, Fredrich menghubungi Bimanesh Sutarjo, dokter yang bertugas di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Fredrich yang disebut telah mengenal Bimanesh sebelumnya meminta bantuan agar Novanto bisa dirawat inap di rumah sakit tersebut dengan diagnosa menderita beberapa penyakit, salah satunya hipertensi.

 

Fredrich juga menyambangi kediaman Bimanesh di Aprtemen Botanica, Simprug, Jakarta Selatan untuk memastikan Novanto bisa dilakukan perawatan rawat inap. Ia juga memberikan foto data rekam medik Novanto yang sebelumnya dirawat di RS Premier Jatinegara meskipun tidak ada surat rujukan dari rumah sakit tersebut.

 

"Bahwa dr. Bimanesh Sutarjo Ialu menyanggupi untuk memenuhi permintaan Terdakwa padahal dirinya mengetahui Setya Novanto sedang memiliki masalah hukum di KPK terkait kasus tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP," ujar Jaksa KPK lainnya Kresno Anto Wibowo.

 

Selanjutnya Bimanesh menghubungi Alia Shahab yang saat itu menjabat sebagai Plt. Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau melalui telepon agar disiapkan ruang VIP untuk rawat inap pasien atas nama Novanto yang direncanakan akan masuk rumah sakit dengan diagnosa penyakit hipertensi berat, meskipun Bimanesh belum pernah melakukan pemeriksaan fisik terhadap Novanto.

 

Selain itu Bimanesh juga menyampaikan kepada Alia bahwa dirinya sudah menghubungi dokter lainnya, yakni dr. Mohammad Toyibi dan Joko Sanyoto untuk melakukan perawatan bersama. Padahal kedua dokter tersebut tidak pemah diberitahukan sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua