Minggu, 11 February 2018

Tips Menyusun CV untuk Melamar di Corporate Law Firm

Mulai informasi diri pelamar secara lengkap, halaman pertama yang menarik memuat hal-hal dicapai pelamar, kemampuan bahasa Inggris, hingga design yang bagus.
CR-25
Ilustrasi advokat: BAS

Selain profesi sebagai hakim, jaksa dan notaris, profesi pengacara (lawyer) juga paling banyak digandrungi mahasiswa hukum. Selain dituntut berpenampilan menarik dan cerdas, besarnya gaji yang ditawarkan di corporate law firm papan atas menjadi salah satu alasan lulusan fakultas hukum berkarier di profesi ini. Tak heran, banyak lulusan fakultas hukum yang sudah mengantongi izin advokat berlomba-lomba agar bisa diterima untuk magang atau bekerja di sederet law firm menengah atau papan atas.

 

Tentu law firm level menengah atau papan atas mematok kualifikasi begitu tinggi dengan sistem seleksi yang begitu ketat. Karena itu, untuk dapat dipanggil mengikuti tes tertulis dan wawancara, curriculum vitae (CV) menjadi hal penting sebagai “tiket masuk” untuk menembus dunia lawyering. Lalu, bagaimana sebenarnya standar penyusunan CV bagi advokat agar dapat diberi kesempatan berkarier di firma hukum menengah atau papan atas?

 

Managing Partner Assegaf Hamzah & Partner (AHP) Bono Daru Adji mengatakan standar CV yang melamar di law firm mesti lengkap dan komprehensif yang memuat data diri pelamar. “Model CV yang hanya dibuat satu halaman yang tidak memuat informasi lengkap mengenai data diri pelamar tidak begitu menarik bagi law firm,” ujar Bono kepada Hukumonline, Jum’at (9/2/2018).

 

Baginya, law firm ketika berniat mencari staf tentu perlu mengetahui seluk beluk pelamar dari A sampai Z. Biasanya, CV yang masuk ke law firm hanya memuat info singkat, seperti memuat info tentang lulusan SD, SMP, SMA, berbagai aktivitas pelamar dalam pendidikan non-formal dan keorganisasian dinilainya kurang menarik bagi law firm. “CV model baru  ini terkadang tanggal lahir saja tidak dicantumkan,” ujarnya.

 

Justru, kata dia, advokat yang hendak melamar law firm disarankan mencantumkan hobi. Sebab, menurut dia hobi bisa menggambarkan sifat seseorang. “Bagi saya hobi penting sekali. Lebih menarik lagi jika pelamar memiliki hobi yang sama dengannya. Hobi memiliki daya tarik tersendiri,” kata Bono.

 

Senior Consultant pada perusahaan Michael Page, Mareno Tene menekankan pentingnya halaman pertama dalam sebuah CV agar lebih menarik terutama yang memperlihatkan pengalaman pelamar yang dirasa menarik dan achievement yang sudah ia raih. Sebab, jika yang membaca CV itu adalah Head of Human Resource, legal director atau partner, biasanya mereka tidak banyak waktu membaca sampai detail.

 

“Harus make sure dibuat cover letter yang berisi summary dari pengalaman pelamar pada halaman pertama, sehingga achievement-nya langsung terlihat di situ,” ujar Mareno, yang perusahaannya kerap banyak dipakai banyak law firm besar ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua