Jumat, 23 Pebruari 2018

Perlu Ditiru! Kegigihan Mahasiswa Australia Belajar Sistem Hukum Indonesia

Tak puas hanya dengan memahami sistem hukum di negaranya, mahasiswa Australia berlomba-lomba membuka pandangan soal sistem hukum negara lain.
CR-25
Jack dan Sarah bersama tim Hukumonline English. Foto: HOL

Magang merupakan cara terbaik bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih cepat dunia kerja serta mengaplikasikan ilmu teoritik yang mereka dapatkan di bangku perkuliahan. Sehingga mahasiswa yang telah memiliki banyak pengalaman magang dianggap lebih mapan dalam menghadapi dunia kerja dibandingkan mahasiswa yang belum pernah mencicipi pengalaman magang. Maka tak heran jika pengalaman magang menjadi prasyarat yang sangat dipertimbangkan oleh perusahaan saat akan menerima seorang fresh graduate menjadi pegawai.

 

Mengingat pentingnya pengalaman magang, banyak mahasiswa yang berlomba-lomba untuk magang di kantor-kantor yang prestisdan bahkan berani mengadu nasib untuk magang di luar negeri. Tak terkecuali bagi dua orang mahasiswa hukum Australia ini yang berkesempatan magang di Hukumonline, yakni Sarah dan Jack.

 

Sarah merupakan mahasiswa tahun ketiga jurusan hukum Internasional dengan konsentrasi perdagangan di Australia National University di Canbera, Australia, sedangkan Jack merupakan mahasiswa tahun kelima jurusan hukum internasional konsentrasi American Studies di Flinders University, Atlanta, South Australia.

 

Kesempatan magang yang didapatkan Sarah dan Jack bermula saat mereka mengirimkan aplikasi dan melewati proses seleksi yang begitu ketat di The Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS). ACICIS merupakan sebuah konsorsium universitas non-profit yang mengembangkan serta mengkoordinasikan berbagai pilihan studi berkualitas di Indonesia bagi mahasiswa Australia. Salah satu program yang ditawarkan ACICIS adalah Law Professional Practicum (LLP).

 

ACICIS Academic Program Officer (LLP), Petra Mahy, mengungkapkan bahwa tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk meningkatkan hubungan kerjasama pendidikan dan pemahaman hukum antara Indonesia dan Australia sekaligus diharapkan dapat membuka pandangan mahasiswa hukum Australia terkait sistem hukum yang berbeda dengan Australia.

 

“Namun kerjasama yang kami bangun dalam hal ini bukan dalam bentuk government to government, melainkan kerjasama dan networking antara people to people,” ujar Petra, Kamis (22/2).

 

(Bacalah: Mau Jadi Lawyer Capital Market? Ini Gambaran yang Perlu Diketahui Lulusan Hukum)

 

Mahasiswa hukum Australia yang dapat mengikuti program ACICIS ini harus merupakan mahasiswa hukum pada 27 universitas yang merupakan member ACICIS. Sejumlah 25 universitas berlokasi di Australia, 1 universitas berlokasi di Belanda yakni Leiden University dan 1 universitas lainnya terletak di London, yakni SOAS University of London.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua