Jumat, 16 Maret 2018

Ini Besaran Gaji Corporate Lawyer di Indonesia Tahun 2018

Untuk jenjang karier mid-level hingga senior associate. Gaji senior associate di First Tier Law Firm bisa mencapai lebih dari Rp 900 juta per tahun.
Normand Edwin Elnizar
Ilustrasi: HGW

Honorarium advokat atau lawyer memang tak ada batasnya. Namun bagi lawyer yang bekerja di firma hukum, tetap ada rentang tarif gaji pokok berdasarkan dinamika pasar. Gaji terendah tak kurang dari Rp 21 juta dan bisa mencapai Rp 75 juta per bulan (gross).

 

Berdasarkan hasil riset kualitatif “Indonesia Salary Benchmark 2018” yang dikeluarkan Michael Page Indonesia, perusahaan jasa konsultan rekrutmen eksekutif, hukumonline mencatat ada persaingan ketat soal gaji bulanan para lawyer di firma hukum dengan in house counsel di perusahaan. Besaran gaji in house counsel per tahun 2018 akan dimuat pada bagian ke-2 secara terpisah.

 

Senior Consultant di Michael Page Indonesia, Mareno Tene, menjelaskan bahwa basis data riset ini adalah perpaduan antara informasi yang diberikan para kliennya dengan yang didapatkan dari para kandidat terseleksi. Informasi selama 12 bulan terakhir yang dimiliki Michael Page diolah menjadi proyeksi tahun 2018.

 

“Gabungan hasil wawancara dengan kandidat dan klien saat proses seleksi, serta survei kepada klien, semacam riset kualitatif,” jelasnya kepada hukumonline, Selasa (13/3).

 

(Baca: Bingung Tarif Advokat? Yuk, Kenali Jenis-Jenis Honorarium Advokat)

 

Besaran gaji lawyer ini hanya mencakup posisi associate dan senior associate. Data bagi lawyer pemula dari fresh graduate tidak termasuk dalam hasil riset ini. Firma hukum yang masuk dalam riset Michael Page juga terbatas pada first tier dan second tier law firm berdasarkan lembaga pemeringkat yang telah dikenal di dunia jasa layanan hukum.

 

Infografis: Tim Kreatif HOL

 

Kapan Berpindah Law Firm?

Mareno menjelaskan bahwa perpindahan tempat bekerja di mid-level pada law firm sebagai siklus rutin setiap tahunnya.  “Law firm itu biasanya juniornya banyak, mid-(level)nya tipis, partner cukup banyak. Makanya mid-level itu selalu high in demand (banyak dicari-red),” katanya.

 

(Baca juga: Advokat, Menegakkan Hukum Sambil Menambang Dolar)

 

Sebabnya karena banyak lawyer memutuskan berpindah law firm di jenjang mid-level. Rata-rata ketika sudah memiliki pengalaman kerja 3-4 tahun di posisi associate. Pada saat tersebut mereka masih mempunyai tarif gaji yang bisa dipenuhi berbagai law firm dan telah memiliki spesialisasi. Menurut data Michael Page Indonesia, rata-rata gaji lawyer mid-level mengalami kenaikan 21-25% saat pindah tempat bekerja.

 

“Kalau masih terlalu muda, bargaining position belum terlalu tinggi, belum punya spesialisasi terlalu tinggi,” tambah Mareno.

 

Para lawyer di posisi associate dan senior associate yang masih leluasa berpindah law firm menurutnya ada pada rentang usia 25-38 tahun. “Kalau sudah dekat dengan level partner, biasanya nunggu jadi partner,” lanjutnya.

 

Stigma Bekerja di Law Firm

Sebuah fakta menarik, Mareno mengatakan di beberapa Top Tier Law Firm bisa menggaji lebih besar seorang lawyer dengan pengalaman 6 tahun dibandingkan gaji in house counsel berpengalaman 15 tahun. “Masa kerja lebih singkat bisa lebih besar daripada yang sudah lama di in house,” katanya.

 

(Baca juga: Panduan Menemukan Pengacara yang Berkualitas dengan Biaya Terukur)

 

Meskipun begitu, justru tren pindah tempat bekerja di kalangan lawyer juga bisa beralih sebagai in house counsel perusahaan. Ia menjelaskan kebanyakan kandidat yang bersedia beralih menjadi in house counsel karena ingin mendapatkan keseimbangan waktu lebih baik dalam kehidupan kerja.

 

“Stigma mengenai law firm kerjanya sampai pagi lagi masih nempel, walaupun pada kenyataannya banyak law firm sudah meninggalkan itu,” tambah Mareno.

 

Selain alasan tersebut, ada juga yang beralih menjadi in house counsel untuk memperdalam penguasaan aspek bisnis. Biasanya, mereka memiliki minat yang besar tentang bisnis dan ingin melanjutkan profesi hukumnya sebagai bagian dari perusahaan.

 

Country Legal Counsel 3M Indonesia, Saradesy Indonesia membenarkan berdasarkan pengalamannya. “Senior associate kalau loncat (pindah bekerja sebagai in house counsel-red) biasanya jadi Legal Manager tuh,” katanya kepada hukumonline secara terpisah saat dimintai tanggapan sebagai in house counsel.

 

“Jarang dari in house pindah ke law firm, paling hanya ke antarperusahaan, kecuali dalam kondisi tertentu yang pernah saya tangani,” ungkap Mareno.

 

Baca Serial Tulisan: Peringkat Corporate Law Firm Indonesia

 

Ketika ditanya apa kriteria yang paling dicari oleh firma hukum untuk bergabung dalam tim, Mareno menjelaskan bahwa mindset bisnis menjadi hal utama.

 

Klien corporate law firm menurutnya, bukan sekadar butuh dijelaskan regulasinya. Namun juga menemukan jalan keluar agar bisnis tetap dapat berjalan menghasilkan keuntungan besar bagi perusahaan, tanpa tersangkut masalah hukum. “Itu sebabnya commercial mindset diperlukan,” ujarnya.

 

Semua Bergantung Pada Strategi Bisnis

Iril Hiswara, founding partner dari firma hukum Hiswara Bunjamin & Tandjung, mengatakan kepada hukumonline bahwa besaran gaji yang diberikan kepada lawyer sangat subjektif besarannya.

 

“Tergantung law firm nya lah, tergantung strategi bisnisnya, besaran bisnisnya,” ujar Iril.

 

Menurut Iril, prinsip bisnis yang akan menjadi patokan. Semua berkutat pada hitungan pemasukan, pengeluaran, keuntungan yang ingin diperoleh, dan pangsa pasar yang dimiliki. Tak ada hitungan yang bisa dipukul rata.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua