Sabtu, 17 Maret 2018

Mossack Fonseca Bangkrut, 3 Pelajaran dari Gagalnya Firma Hukum Ternama Lindungi Kerahasiaan Data Pribadi

 

Belum ada satu undang-undang khusus soal perlindungan data pribadi, apalagi yang mengatur hingga sanksi tegas pemidanaan. Hingga tahun 2016 baru ada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) yang sedikit menambal kekosongan hukum tersebut.

 

Kerahasiaan klien dalam hubungan profesional dengan advokatnya memang sudah diwajibkan dalam UU No.18 Tahun 2003 tentang Advokat (UU Advokat), namun tidak ada kejelasan soal akibat hukum melanggarnya ataupun regulasi turunan secara operasional. “Iya negara lucu ini, dalam penegakan hukum masih abu-abu,” tambahnya.

 

Meskipun demikian, firma hukum yang ingin mengokohkan kredibilitas tentu harus proaktif terus meningkatkan keamanan sistem informasi mereka guna melindungi kerahasiaan data pribadi klien. Dengan atau tanpa keberadaan regulasi, kepuasan dan kepercayaan klien menjadi hal penting untuk diprioritaskan.

 

Rapin mengusulkan berbagai kantor hukum melakukan pelatihan-pelatihan untuk memberikan pemahaman kepada para pegawainya soal keamanan digital dan perlindungan data pribadi yang berkaitan dengan kerahasiaan klien. Mulai dari lawyer, paralegal, hingga staf penunjang administrasi. Hal ini telah disebutkan pula dalam Permenkominfo No. 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi Dalam Sistem Elektronik.

 








Pasal 5



(4) Tindakan pencegahan lainnya untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam perlindungan Data Pribadi yang dikelolanya harus dilakukan oleh setiap Penyelenggara Sistem Elektronik, paling sedikit berupa kegiatan:



a. meningkatkan kesadaran sumber daya manusia di lingkungannya untuk memberikan perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik yang dikelolanya; dan



b. mengadakan pelatihan pencegahan kegagalan perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik yang dikelolanya bagi sumber daya manusia di lingkungannya.


 

Iqsan Sirie, praktisi hukum perlindungan data pribadi yang juga advokat di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP), saat dihubungi secara terpisah mengakui bahwa masalah literasi perlindungan data pribadi dan keamanan digital pun masih belum maksimal di Eropa, tempat di mana gagasan itu bermula.

 

“Di sana dimulai sejak sekitar 1995, sudah 20 tahun lebih belum maksimal sampai sekarang. Mungkin Indonesia butuh waktu yang cukup lama juga,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua