Selasa, 27 Maret 2018

​​​​​​​Berkarier Di Corporate Law Firm? Simak Dulu Penjelasan Lawyer Walalangi & Partners

​​​​​​​Peluang, tantangan, dan tips berdasarkan pengalaman praktik. Tak ada cara instan untuk menjadi profesional.
Tim Inforial
Tim Walalangi & Partners. Foto: Istimewa

Berkarier sebagai corporate lawyer di firma hukum dengan klien bermacam perusahaan tak pernah surut diminati oleh kalangan mahasiswa hukum di manapun. Namun ada berbagai pertimbangan yang perlu disadari dengan matang agar tak salah mengambil langkah. Apalagi jika sampai menyesal di kemudian hari.

 

Menjadi lawyer untuk bidang hukum bisnis memang terlihat sangat menjanjikan. Belum lama ini, rilis dari sebuah perusahaan rekrutmen eksekutif menyebutkan data gaji corporate lawyer Indonesia yang level menengah bisa melebihi  Rp50  juta per bulan. (Baca: Ini Besaran Gaji Corporate Lawyer di Indonesia 2018)

 

Pertumbuhan beragam model bisnis yang semakin kompleks membuat kehadiran lawyer corporate andal dalam jumlah banyak semakin diperlukan. Transaksi para pebisnis berkelas tak akan bisa dibilang aman tanpa kepiawaian lawyer. Layanan jasa dari lawyer mulai dari legal due diligence, advising structure, persiapan kontrak dan negosiasi hingga persiapan amunisi untuk memenangkan perkara jika terpaksa sengketa menjadi kebutuhan.

 

Perusahaan bisa saja memiliki in house counsel sendiri, namun tetap saja tak semua tumpukan urusan hukum bisa diselesaikan sendiri pegawainya itu. Spesialisasi tertentu yang lebih spesifik pada akhirnya hanya bisa ditemukan dari lawyer eksternal.

 

Di luar kesibukan mereka sebagai corporate lawyers yang telah diakui oleh klien-klien mereka, sungguh menarik bahwa Walalangi & Partners tetap dengan kuat berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan sosial sebagai bagian dari social responsibility mereka. Salah satu kegiatanyang  Walalangi & Partners lakukan seminggu kemarin adalah berbagi pengetahuan, pengalaman, tips, serta menjelaskan seputar hukum investasi dan peluang dan tantangan berkarier di corporate law firm kepada mahasiswa tingkat akhir Kamis (22/3) lalu di Universitas Pelita Harapan, Jakarta.

 

Dua associate di Walalangi & Partners, Venny Iswanto dan Fiesta Victoria, tampil mengupas tuntas tema “Working In A Corporate Law Firm” di almamaternya sendiri. Hal pertama yang dijelaskan Venny dan Fiesta adalah pengalamannya sendiri berkarier sebagai corporate lawyer.

 

Bagi mereka karier corporate lawyer ini bukan sekadar pekerjaan yang bisa menghasilkan banyak uang, namun paket lengkap pekerjaan atraktif yang memberikan banyak ruang mempertajam keahlian profesional bidang hukum sekaligus pengembangan diri. Tak ketinggalan suasana kerja menyenangkan dengan beragam kalangan relasi ia dapatkan sepanjang karirnya.

 

Setidaknya ada lima manfaat yang bisa didapatkan dengan berkarier sebagai corporate lawyer menurut ke dua lawyer dari Walalangi & Partners ini. Pertama, klien yang dihadapi sangat beragam. Hal ini membuat seorang lawyer tak akan bosan dengan interaksi monoton terhadap kliennya. Meskipun klien selalu hadir dengan urusan bisnis, jenis dan tantangannya tak akan persis sama. Pekerjaan ini membuat lawyer selalu menjumpai suasana baru.

 

Kedua, para lawyer akan terdorong untuk selalu mengembangkan soft skills mereka. Bukan hanya keahlian lawyer menangani urusan hukum yang bisa membuat klien datang kembali namun juga kenyamanan yang dirasakan klien saat berinteraksi bersamanya. Konsultasi hukum yang diberikan haruslah memberikan solusi dan advice yang tepat dan mengenai sasaran. Sentuhan kemanusiaan semacam itu memerlukan keandalan soft skills yang terus diasah.

 

Ketiga, menurut Andhika Indrapraja, salah seorang lawyer mid level dari Walalangi & Partners, sistem kerja yang dihadapi telah demikian rapi. Secara alami para lawyer dituntut sistematis dan efisien dalam menangani urusan klien. Hal ini membuat lawyer akan menjadi sosok profesional andal seiring berjalannya waktu. Dan hal ini hanya bisa didapatkan para lawyers muda di law firm yang sistem karier dan pelatihannya jelas dan terarah.

 

Lebih lanjut, menurut Andhika dan Hafez Komar, hal penting lainnya dalam sistem law firm adalah mendapatkan figur senior lawyer yang mempunyai visi yang jelas dalam perkembangan karier dan self development dari setiap lawyer di dalam firma tersebut, termasuk dalam pembagian focus group untuk keahlian masing-masing.

 

Keempat, ada jalur karir yang jelas. Merintis dari associate junior hingga posisi senior bersamaan dengan lamanya berkarier, seorang lawyer bisa memilih menanti hingga diangkat menjadi partner di firma hukum tempatnya bekerja. Pilihan lainnya adalah membangun firma hukumnya sendiri dengan berbekal pengalaman yang dimiliki dan langsung mengisi posisi founding partner. 

 

Misalnya saja pilihan dari Luky I. Walalangi yang telah lebih dari 17 tahun berkarier hingga akhirnya memutuskan mendirikan Walalangi & Partners 2017 lalu. Dengan modal profesionalnya, ia tak lagi membangun dari nol. Dalam jurnal Asialaw misalnya ia telah dikenal sebagai “one of the best corporate lawyers in Indonesia”.

 

Dari keempat manfaat ini akan berbuah manfaat kelima yaitu besarnya gaji lawyer. Semakin profesional lawyer berdasarkan profil pengalamannya, semakin besar biaya jasa yang bersedia dipenuhi para klien.

 

Adapun tantangannya juga perlu diperhitungkan. Misalnya rumitnya berbagai dokumen hukum yang ditangani sebagai “menu” kerja rutin dengan orientasi ketelitian tinggi. Kemampuan analisis dan bahasa asing, khususnya Inggris, mutlak harus dimiliki. Pekerjaan yang ditangani pun hampir selalu membutuhkan alokasi waktu cukup lama dan menagih performa prima di bawah berbagai tekanan.

 

Pada akhirnya kemampuan memberikan solusi memuaskan bagi setiap persoalan hukum klien menjadi hal terpenting dari industri layanan jasa hukum. Sebagai contoh, Walalangi & Partners misalnya sudah menjalin afiliasi dengan firma hukum asing Nishimura & Asahi asal Jepang.

 

Afiliasi ini menjadi cara menyajikan one-stop solution berkualitas internasional sesuai kebutuhan klien. Dengan jumlah 15 personel, Walalangi & Partners telah mampu menawarkan layanan bersama dengan full-service law firm yang mengglobal. Satu paket solusi yang ditawarkan bagi klien Walalangi & Partners.

 

Fiesta dan Venny melanjutkan setidaknya ada beberapa sikap yang diharapkan dari seorang lawyer andal. Kejujuran menjadi yang utama. Disusul sikap responsif, efisien, respek, analitis, dan kaya sumber rujukan argumentasi.

 

Sedangkan kecakapan unggulan yang menentukan seseorang sukses dalam profesi corporate lawyer antara lain kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan. Tak pelak, kemahiran berbahasa adalah alat penting di profesi ini. Baik bahasa Indonesia maupun bahasa internasional. Mampu bekerjasama dengan baik dalam tim, penuh inisiatif, dan manajemen waktu yang baik menjadi kecakapan penting berikutnya untuk dimiliki. 

 

Tentu tak ada cara instan dalam menjadi profesional di bidang apapun. Termasuk untuk menjadi lawyer profesional. Pesan ini menjadi penutup sesi inspiratif dari Walalangi & Partners.

 

Meskipun merupakan firma hukum baru, para lawyer Walalangi & Partners sendiri telah terjun berpraktik untuk waktu yang panjang di berbagai area praktik hukum bisnis seperti M&A, perbankan dan jasa keuangan, properti, investasi asing, persaingan usaha, fintech dll. Nilainya pun mencapai miliaran US dollar. Pada akhirnya pengalaman praktik akan menjadi faktor penting sekaligus bukti profesionalitas.

 

Ke depannya Walalangi & Partners akan rutin menggelar acara berbagi pengetahuan, pengalaman, dan tips ini kepada mahasiswa tingkat akhir di berbagai kampus sebagai bagian dari social responsibility mereka kepada perkembangan dunia hukum, khususnya hukum corporate di Indonesia.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua