Kamis, 29 Maret 2018

Menanti Ketua Baru dan Tantangan Penguatan Kelembagaan MK

Ketua MK baru yang akan dipilih pada 2 April pekan depan, haruslah sosok mumpuni di bidang ketatanegaraan, memiliki integritas tinggi, dan independensi kuat di atas rata-rata hakim konstitusi.
Aida Mardatillah
Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto: RES

Hasil Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) Mahkamah Konstitusi 28/4, mengakhiri polemik tentang dapat tidaknya Arief Hidayat dipilih kembali menjadi ketua MK. Para hakim sepakat bahwa Arief tidak bisa lagi menjabat ketua MK karena telah menjabat 2 periode. 

 

Pengajar Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta & Peneliti Senior Setara Institute, Ismail Hasani, berpendapat bahwa hasil RPH ini membawa harapan baru dan menyelamatkan integritas kelembagaan MK yang selama masa kepemimpinan Arief mengalami pelemahan, baik karena perilaku Arief yang menyalahi standar etika hakim maupun terkait kualitas putusan hakim.

 

Ketua baru yang akan dipilih pada 2 April pekan depan, haruslah sosok mumpuni di bidang ketatanegaraan, memiliki integritas tinggi, dan independensi kuat di atas rata-rata hakim konstitusi. “Ketua MK baru juga haruslah sosok yang potensial membawa perubahan, bukan penikmat status quo dan enggan keluar dari zona nyaman,” kata Ismail, dalam siaran pers yang dikutip hukumonline, Kamis (29/3).

 

Meskipun hak memilih itu ada pada 9 hakim konstitusi, kata Ismail, aspek-aspek di atas haruslah menjadi rujukan para hakim. Tidak boleh terjebak pada faksionisme kelompok yang hanya akan merugikan para pencari keadilan konstitusional dan memperlemah kelembagaan MK.

 

"Saya mengetuk hati para hakim untuk berhenti berpolitik dalam pemilihan ketua dan dalam pengambilan putusan-putusan perkara di MK. Karena MK bukanlah tempat berpolitik para politisi," ujarnya.

 

Ismail mengatakan, di tengah menguatnya konservatisme di tubuh MK, lembaga negara ini membutuhkan pimpinan yang mampu menebarkan spirit aktivisme pada hakim lain untuk mengeluarkan putusan-putusan yang berkualitas dan progresif, seperti pada periode Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD.

 

“Prioritas penguatan kelembagaan MK sebagai justice office yang modern, akuntabel, dan terpercaya juga harus menjadi agenda ketua baru,” tuturnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua