Senin, 23 April 2018

Tio Serepina Siahaan: Srikandi yang Bercerita tentang Guru dan Dunia Litigasi

Seorang perempuan berpikir bijaksana, membawa kelembutan dalam bertugas. Dengan kelembutan, seorang srikandi hukum bisa menghadapi persoalan rumit sekalipun.
Fitri N Heriani
Tio Serepina Siahaan. Foto: Istimewa

Begitu lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1993, tak ada keinginan untuk menjalankan profesi advokat bagi Tio Serepina Siahaan. Advokat menjadi pilihan banyak teman kuliahnya saat itu. Tetapi tidak bagi perempuan berdarah Batak ini. Sejak awal ia justru berkeinginan menjadi seorang guru, mengabdi kepada negara sebagai pendidik.

 

Cita-cita menjadi seorang pendidik itu diceritakan kembali Tio Serepina dalam perbincangan yang hangat dengan jurnalis hukumonline di kantornya, akhir Maret lalu. Perempuan kelahiran 18 Desember ini tak hanya bercerita tentang cita-cita masa kecilnya, tetapi juga pilihan pengabdian yang terus dijalaninya hingga kini.

 

Meskipun cita-cita menjadi pendidik tak kesampaian, keinginannya mengabdi kepada negara tetap terwujud. Malah akhirnya Tio harus terjun ke dunia litigasi, dunia yang tak diimpikannya seusai lulus kuliah. Dengan jabatan Kepala Biro Bantuan Hukum Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, mau tidak mau Tio berhadapan dengan kasus-kasus di pengadilan. “Ada kurang lebih 200-an perkara yang masuk Biro Bantuan Hukum (Kementerian Keuangan) setiap tahun,” ujarnya.

 

Perjalanan Tio di bidang hukum dan menjadi pegawai negeri di Kementerian Keuangan bukanlah kebetulan. Adalah wejangan sang ayah yang membuat Tio pindah haluan. Menurut sang ayah, Tio punya jiwa kepemimpinan, adil, dan tegas sehingga cocok bekerja di bidang hukum. “Kamu itu orangnya adil, kata Bapak begitu, enggak mau membeda-bedakan, yang bener ya bener. Bapak yang mengarahkan ke hukum, bapak emang idealismenya tinggi,” kenang perempuan kelahiran Jakarta ini.

 

Tio kemudian mengikuti saran sang ayah. Pada tahun 1987, Tio tercatat sebagai mahasiswa FHUI. Ia menyelesaikan studinya pada tahun 1993. Tio mengatakan, kuliahnya molor lantaran harus mengurus ayah yang pada saat itu tengah sakit. Ibunya juga dalam proses penyembuhan di Papua.

 

“Saya sempat tidak yakin bisa menyelesaikan studi saya saat itu karena mengurus ayah yang dalam kondisi sakit. Tapi support dari teman-teman yang membantu saya, akhirnya studi saya selesai,” ungkapnya.

 

Baca:

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua