Jumat, 04 Mei 2018

Simak Ulasan Pakar Soal Ijab Kabul Secara Online

Ijab kabul tetap sah selama syarat dan rukun terpenuhi.
CR-25/M-27
Briptu Nova Chairul Jannah, polisi wanita terlihat terharu menyaksikan proses ijab kabul pernikahannya lewat video call. Foto: youtube

Ijab kabul sebagai sebuah prosesi sakral dalam memulai ikatan perkawinan, kini tak lagi berbatas ruang dalam keadaan tertentu. Betapa tidak, pesatnya arus teknologi dan komunikasi seperti layanan telepon dan videocall semakin membuka ruang bagi berlangsungnya akad nikah pasangan yang sedang tidak berada dalam satu lokasi yang sama.

 

Jika diulas secara hukum, Kompilasi Hukum Islam (KHI) memang tidak mengatur secara khusus soal keabsahan ijab kabul secara online, bahkan MUI pun belum mengeluarkan fatwa yang mengatur soal hukum ijab kabul online tersebut.Sehingga dalam praktiknya, memang dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan hadirnya salah satu pihak mempelai maka dilakukan melalui video call.

 

Briptu Nova Chairul Jannah yang baru-baru ini santer diperbincangkan publik misalnya, harus rela mengikatkan tali suci perkawinan melalui saluran video call lantaran harus menyelesaikan proses seleksi menjadi Polisi PBB. Jika dalam kasus Briptu Nova yang tidak hadir adalah mempelai wanita, lantas bagaimana jika yang tidak hadir adalah mempelai pria atau wali dari mempelai wanita?

 

Ahli Hukum Keluarga UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mesraini menyatakan bahwa memang pelaksanaan ijab qabul itu harus ittihaadul majlis (dalam satu majelis) dan tidak ada perbedaan pandangan soal itu. Persoalan pemaknaan atas ittihaadul majelis-lah yang justru berbeda-beda, ada ulama yang memaknai harus dalam satu waktu dan satu tempat, tapi ada juga yang berpandangan harus satu waktu namun boleh berbeda tempat.

 

Hanya saja, kata Mesraini, KHI hanya mengatur unsur-unsur yang harus terpenuhi dalam akad nikah namun belum mengatur secara spesifik soal harus tidaknya para pihak hadir dalam pelaksanaan akad. Sehingga berdasarkan hukum negara, penentu sah atau tidaknya ijab kabul adalah terpenuhinya rukun ditambah dengan pencatatan perkawinan, tidak masalah jika harus berbeda lokasi.

 

“Ketika orang yang melakukan pernikahan sudah melaporkan ke negara dan pegawai pencatat nikah sudah mengawasi berlangsungnya akad ijab kabul tadi, sebenarnya ya sudah sah,” tukas Mesraini kepada hukumonline Kamis, (4/5).

 

Yang menjadi sorotan Mesraini, kita tidak bisa memukul rata apakah pegawai pencatat nikah tersebut sudah mengawasi secara seksama prosesi akad nikah online tersebut ataukah belum. (Baca Juga: Seputar Ijab Kabul dan Perceraian Jarak Jauh)

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua