Rabu, 09 Mei 2018

‘Tiket Emas’ Lulusan Kampus Hukum Terfavorit, Fiksi atau Fakta?

Nama besar kampus-kampus hukum terfavorit tetap berpengaruh dalam proses rekrutmen. Namun bukan faktor penentu.
Norman Edwin Elnizar
Ilustrasi: HGW

Survei kampus hukum terfavorit Hukumonline bersama Youth Manual menunjukkan sejumlah kampus hukum dengan nama besar sebagai favorit firma-firma hukum besar Indonesia. Dalam peringkat 10 besar didominasi 6 kampus hukum perguruan tinggi negeri (PTN) diikuti 4 kampus hukum perguruan tinggi swasta (PTS). Para lulusan kampus-kampus hukum terfavorit ini membanjiri firma-firma hukum besar.

 

Ada dugaan bahwa menjadi lulusan dari kampus-kampus hukum terfavorit ini menjadi ‘tiket emas’ untuk dilirik saat tahap rekrutmen di firma hukum tersebut. Secara tidak tertulis, ada semacam prioritas bagi lulusan kampus-kampus hukum ini. Mayoritas kampus hukum terfavorit firma-firma hukum besar ini pun berlokasi di Pulau Jawa.

 

Di peringkat 10 besar hanya USU yang berlokasi di Pulau Sumatera. Disusul UNAND yang mengisi posisi 14 dalam jajaran peringkat 20 besar. Sedangkan Universitas Sam Ratulangi menjadi satu-satunya kampus hukum dari bagian timur Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan ini.

 

Hukumonline mengonfirmasi dugaan ‘tiket emas’ lulusan kampus hukum terfavorit ini kepada beberapa partner dari firma-firma hukum responden. Masing-masing firma hukum ini telah berusia belasan hingga puluhan tahun yaitu IAB&F Law Firm (14,5 tahun), AHP (17 tahun), HHP Law Firm (29 tahun), dan Makarim & Taira (38 tahun).

 

Vincent Ariesta Lie, Partner pada Makarim & Taira, menjelaskan bahwa tidak ada prioritas khusus berdasarkan nama besar kampus tertentu untuk direkrut kantornya. Perekrutan dilakukan dengan sepenuhnya mengacu standar kualifikasi. “Makarim & Taira sendiri tidak melihat faktor itu (nama besar kampus, red), benar-benar melalui berkas lamaran untuk dilihat nilai-nilainya, hasil tes tertulis, psikotes, wawancara,” jelas dia.

 

Baca:

 

Ketika dikonfirmasi soal fakta bahwa kebanyakan firma hukum besar didominasi lulusan kampus hukum tertentu, Vincent menilai ada banyak kemungkinan. “Mungkin mereka (lulusan kampus hukum terfavorit, red) yang kirim lamaran lebih banyak ya. Dari Universitas selain itu mungkin juga tidak punya informasi ada jenis law firm korporasi seperti Makarim & Taira,” kata Vincent lagi.

 

Vincent menuturkan, bahwa tidak dapat dipungkiri kebanyakan lulusan kampus hukum di luar kota-kota besar minim informasi tentang corporate law firm. “Mungkin tahunya lawyer itu litigasi, belum tentu mereka punya pengetahuan seperti lulusan UI dan UNPAD yang tahu corporate law firm dengan jumlah lawyer puluhan.”

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua