Jumat, 25 Mei 2018

Anas Urbaningrum Sodorkan Empat Novum di Memori PK

Tiga Novum diantaranya testimoni tiga terpidana kasus korupsi proyek Hambalang.
Aji Prasetyo
Anas Urbaningrum di sidang Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: RES

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengajukan upaya hukum luar biasa, Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Ia melawan putusan kasasi yang sebelumnya menyatakan dirinya bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus proyek Hambalang.  

 

Anas divonis bersalah baik dalam pengadilan tingkat pertama, banding, dan kasasi di MA. Di tingkat pertama, ia dihukum selama 8 tahun, denda Rp300 juta dan uang pengganti sebesar Rp57,59 miliar serta US$5,26 juta.

 

Pada tingkat banding, majelis memangkas hukuman menjadi pidana 7 tahun penjara dengan jumlah denda dan uang pengganti yang sama. Bedanya, tanah Pondok Pesantren Krapyak yang semula dirampas untuk negara diperintahkan majelis untuk dikembalikan.

 

Di tingkat kasasi, Anas diganjar hukuman dua kali lipat. Hakim Agung Artidjo Alkostar, Krisna Harahap, dan MS Lumme menghukumnya dengan pidana penjara selama 14 tahun, denda Rp5 miliar dan uang pengganti Rp57 miliar.

 

Bagi Anas, tiga tingkatan putusan pengadilan itu dirasa tidak adil. Karena itu, ia mengajukan PK dengan sejumlah alasan diantaranya ada kekhilafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata dalam memutus dan mengadili dakwaan kesatu primer dan subsider serta dakwaan kedua dan ketiga.

 

"Penjatuhan hukuman terhadap Pemohon Peninjauan Kembali seperti yang diputus oleh judex jurist pada tingkat kasasi adalah putusan yang over estimate dan tidak mempertimbangkan keadaan internal Pemohon," kata salah satu tim kuasa hukum Anas Abang Nuryasin dalam Bab Penutup memori kasasi. Baca Juga: Hukuman Anas Diperberat Hak Pilihnya Dicabut

 

Novum baru

Salah satu dasar pengajuan PK yang tertera dalam Pasal 263 ayat (2) huruf a KUHAP yaitu apabila terdapat keadaan baru yang menimbulkan dugaan kuat, bahwa jika keadaan itu sudah diketahui pada waktu sidang masih berlangsung, hasilnya akan berupa putusan bebas atau putusan lepas dari segala tuntutan hukum atau tuntutan penuntut umum tidak dapat diterima atau terhadap perkara itu diterapkan ketentuan pidana yang lebih ringan.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua