Senin, 04 Juni 2018
Dua Tamu Istimewa di Acara Berbuka Puasa Bersama Peradi
Diisi dengan seruan persatuan, santunan bagi yatim piatu, dan penghargaan bagi anggota.
Normand Edwin Elnizar
Dua Tamu Istimewa di Acara Berbuka Puasa Bersama Peradi
Ketua Umum Peradi (kemeja putih) Fauzie Yusuf Hasibuan dan Sekjend (kemeja batik) Thomas E. Tampubolon berfoto di tengah-tengah perwakilan advokat yang hadir di acara Berbuka Puasa bersama Peradi. Foto: NEE

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) menyelenggarakan buka puasa bersama dan santunan bagi anak-anak yatim piatu, Kamis (31/5) lalu, di Grand Slipi Convention Hall, Jakarta. Acara dibuka dengan ceramah bermuatan persatuan kebangsaan yang dilanjutkan santunan serta ramah tamah pada advokat yang hadir.

 

Ratusan advokat dari berbagai perwakilan cabang Peradi di seluruh Indonesia tampak meramaikan Grand Slipi Convention Hall sore pekan lalu. Sambil menanti pembukaan acara, ritual swafoto tampak dilakukan kebanyakan mereka di sekitar ruangan acara.

 

Sementara itu, di sisi lain ruangan tampak anak-anak kecil berpakaian warna-warni duduk sambil asyik bermain sesama mereka. Tentu mereka bukan para advokat anggota Peradi, namun anak-anak yatim piatu yang diundang mengikuti jamuan berbuka puasa bersama yang digelar DPN Peradi tahun ini.

 

Menurut Ketua Umum Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan, santunan bagi anak-anak yatim piatu rutin dilakukan Peradi di bulan suci Ramadhan. Dalam sambutan pembuka acara, Fauzie menyapa hadirin cilik ini secara khusus sebagai ‘tamu istimewa’.

 

“Dengan doa anak-anak yatim ini membawa kebahagiaan,” katanya kepada hukumonline di sela acara. Menghadirkan anak-anak yatim piatu untuk ikut bergembira dinilai Fauzie sebagai hal penting yang harus dibiasakan.

 

Beberapa perwakilan cabang yang hadir cukup jauh dari Jakarta seperti Kediri, Pati, Surakarta, Jambi, Pekanbaru, bahkan Papua. Acara ini tidak hanya bagi para advokat Peradi yang beragama Islam saja. Momen berbuka puasa bersama dijadikan ajang silaturahim dan konsolidasi bagi seluruh anggota Peradi apapun agamanya.

 

Santunan kepada para ‘tamu istimewa’ dilakukan secara simbolik dengan mengajak anak-anak yatim piatu ini maju ke panggung untuk bersalaman dengan pimpinan Peradi dan menerima bingkisan. Dengan berbaris rapi mereka bersalaman dengan Fauzie satu per satu diiringi tawa sumringah.

 

Usai santunan bersama ‘tamu istimewa’ cilik, ada lagi tamu istimewa lainnya yang juga diminta maju ke panggung. Namun kali ini bukan untuk menerima santunan. Mereka adalah Tim Peradi Football Club yang baru saja pulang mewakili Peradi dalam ajang Piala Dunia Sepakbola Advokat Mundiavocat di Spanyol.

 

(Baca Juga: Hanya di Pengadilan Ini Kerja Advokat Tak Berguna)

 

James Purba selaku Manajer Peradi FC beserta kontingen Peradi FC di ajang Mundiavocat menerima piagam dan plakat penghargaan khusus dari DPN Peradi karena telah menjadi duta Peradi di ajang pergaulan advokat internasional.

 

“Kita berikan penghargaan untuk Peradi FC atas semangat dan kebanggaan yang diberikan untuk Peradi,” ujar Fauzie di hadapan para hadirin dengan diikuti riuh tepuk tangan.

 

Pesan Persatuan

Ceramah jelang berbuka puasa diberikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof.Dr.Moh.Mahfud MD. Pada kesempatan kali ini Mahfud menyerukan persatuan kebangsaan berlandaskan semangat Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (rahmat bagi semesta alam).

 

Menyoroti situasi kebangsaan yang tengah diuji dengan aksi-aksi teror berkedok agama, Mahfud mengajak para advokat Peradi menilai dengan adil dan objektif. “Kalau ada orang Islam ngotot memaksakan pendapat ke orang lain apalagi dengan tindakan teror dan kekerasan, berarti melanggar ajaran Islam,” katanya kepada para hadirin.

 

(Baca Juga: 5 Perbuatan Hukum yang Layak Diwaspadai Selama Bulan Puasa)

 

Mahfud meluruskan salah persepsi yang menimbulkan islamofobia pada ajaran Islam di masyarakat. Ada kecurigaan dan ketakutan kepada umat Islam karen tindakan salah segelintir orang Islam atas nama Islam. Dalam hal ini pemahaman jihad yang menyimpang.

 

“Jihad itu artinya berbuat baik. Bukan memerangi orang lain, kecuali diperangi. Setiap perbuatan baik itu jihad,” jelasnya.

 

Kepada para advokat Peradi yang hadir dengan latar belakang berbeda-beda agama, Mahfud mengajak untuk saling memahami dan bertoleransi satu sama lain. Ia mengajak untuk menjadikan momen puasa Ramadhan sebagai sarana menguatkan keharmonisan di Indonesia. Khususnya bagi yang beragama Islam.

 

“Mumpung ini bulan puasa, mari kita perangi angkara murka dan hawa nafsu,” ujarnya.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.