Rabu, 06 Juni 2018

Advokat Zaman Now Kian Berlimpah, Peradi Segera Luncurkan ‘Young Lawyers’

Komunitas khusus untuk akselerasi kualitas profesi advokat dari kalangan muda. Menjembatani transfer ilmu dan pengalaman dari advokat zaman old kepada advokat zaman now.
Normand Edwin Elnizar
Ketua Umum DPN Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan (duduk di tengah berkemeja putih) bersama ratusan advokat muda Peradi yang hadir di konsolidasi pendirian 'Young Lawyers' Selasa (5/6), di Jakarta. Foto: Istimewa

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kembali berinovasi untuk meneguhkan eksistensinya sebagai wadah tunggal advokat di Indonesia. Target kali ini adalah menjembatani gap antara advokat zaman old dengan advokat zaman now melalui komunitas ‘Young Lawyers’.

 

Konsolidasi mempersiapkan peluncurannya dilakukan Selasa (5/6), di Jakarta, dalam acara ramah tamah dan berbuka puasa bersama yang dihadiri ratusan advokat muda beserta sejumlah tokoh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi.

 

Dimotori oleh kalangan advokat muda Peradi, komunitas ‘Young Lawyers’ akan segera diluncurkan sebagai upaya menjembatani gap interaksi, kaderisasi, dan regenerasi di kalangan advokat Indonesia. Andra Reinhard Pasaribu, salah satu perwakilan dari penggagas ‘Young Lawyers’, menjelaskan kepada hukumonline latar belakang munculnya gagasan mendirikan komunitas di bawah Peradi ini.

 

“45.000 anggota Peradi, 25.000nya kategori muda. Dan tiap tahun pasti bertambah. Peradi perlu memberi perhatian khusus atas potensi besar ini bagi kemajuan bersama,” kata advokat muda pemilik firma hukum ARP&Co. Law Office ini saat wawancara. Adapun rentang usia advokat muda yang disebutkan Andra antara 25 tahun sejak usia minimal pengangkatan advokat hingga 36 tahun. 

 

Menurut Andra, semakin bertambahnya jumlah advokat di seluruh Indonesia harus diiringi dengan upaya peningkatan kualitas profesi melalui organisasi advokat. Peran Peradi sangat dibutuhkan dalam upaya tersebut. Antara lain dengan membantu terjadinya sinergi para senior dengan junior di kalangan advokat.

 

Bersama-sama rekan sesama advokat muda lainnya, Andra merancang komunitas ‘Young Lawyers’ yang akan berada di bawah Peradi. Komunitas ini nantinya akan menjalankan berbagai program yang membidik secara khusus kebutuhan para advokat muda dalam merintis karir advokat.

 

Salah satunya menghubungkan para advokat muda untuk mendapatkan bimbingan pengetahuan dan pengalaman dari para seniornya. “Selama ini itu semua terjadi mengalir begitu saja, kami ingin menghilangkan gap ini, khususnya teman-teman advokat di daerah,” kata Andra menambahkan.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua