Jumat, 08 Juni 2018
3 Hak Anak yang Perlu Diperhatikan Saat Mudik
Keselamatan anak selama mudik harus dijamin.
Ady Thea DA
3 Hak Anak yang Perlu Diperhatikan Saat Mudik
Keselamatan anak saat pulang kampung perlu dijamin, Foto ilustrasi: MYS

Mudik sudah menjadi budaya masyarakat menjelang hari raya keagamaan. Sebagian kalangan merasa kurang pas jika merayakan hari raya tanpa mudik ke kampung halaman. Mudik mungkin saja menjadi pengalaman yang menyenangkan, tapi bisa jadi sebaliknya. Bagi keluarga yang memiliki banyak anak, pulang ke kampung halaman punya banyak makna.

 

Namun, orang tua mana pun perlu memperhatikan anak-anaknya saat pulang kampung. Jika tidak, bisa jadi perjalanan mudik dan balik tidak memberi kesan menggembirakan bagi anak. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, mengatakan ada 31 hak anak sebagaimana diatur dalam sejumlah ketentuan salah satunya UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 

Dari 31 hak anak itu Susanto menghitung sedikitnya ada 3 hak anak yang berkaitan dengan mudik. Pertama, hak untuk hidup, menurutnya ini terkait keselamatan anak dalam perjalanan mudik dan balik. Kedua, hak atas kesehatan, KPAI mengingatkan kepada masyarakat yang mudik untuk memperhatikan serius kondisi kesehatan anak. Segala bekal seperti obat-obatan yang dibutuhkan anak harus lengkap dan selama perjalanan perlu dibuat senyaman mungkin bagi anak.

 

(Baca juga: Orang Tua Menolak Perawatan Medis Anak, Bisakah Dipidana?)

 

Ketiga, hak berekreasi, orang tua layak memfasilitasi anak untuk berekreasi. KPAI mengusulkan kepada pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk menyiapkan arena bermain anak di tempat peristirahatan seperti di bandara, stasiun, dan terminal. “Saat kami rapat koordinasi dengan sejumlah lembaga dan pemangku kepentingan pekan lalu, semangatnya sama, hak dasar anak itu harus dipenuhi,” kata Susanto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/6).

 

 

Susanto menekankan kepada pemerintah dan penyedia layanan transportasi untuk mengantisipasi dampak negatif mudik seperti kecelakaan, kekerasan dan penculikan terhadap anak. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pemudik terutama usia anak harus dijamin.

 

Komisioner KPAI bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, mengingatkan yang paling penting dilakukan orang tua sebelum mudik yakni persiapan yang matang. Kemudian menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Orang tua bisa mengajak anaknya untuk bekerjasama agar perjalanan selama mudik dan balik menjadi menyenangkan. Misalnya, anak tertua diberi peran untuk membantu mengawasi adiknya selama perjalanan. Sesampainya di tempat tujuan, orang tua bisa mengajak anak untuk berwisata. “Biar anak bisa merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

 

Melihat jumlah kecelakaan mudik periode 2016-2017 Jasra menyebut terjadi penurunan tapi yang paling penting mencegah dampak negatif mudik bagi anak. Misalnya, ketika terjadi kecelakaan dan menyebabkan orang tua meninggal, maka berdampak pada masa depan anak. KPAI berharap pemerintah menekan jumlah kecelakaan selama mudik selaras itu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk mudik karena kurang aman, apalagi membawa anak.

 

“Pada mudik sebelumnya ada anak jadi korban macetnya tol Brexit, ada yang mudik sekeluarga membawa bayi dengan mengendarai motor sampai di tujuan mereka tidak tahu jika bayinya telah tewas,” urai Jasra.

 

(Baca juga: Yuk, Pahami Lagi Sanksi Hukum Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Anak)

 

Komisioner KPAI bidang Kesehatan, Siti Hikmawati, memberikan 5 tips yang perlu dicermati pemudik. Pertama, perlu dipastikan aman, baik kendaraan dan penumpangnya selama perjalanan mudik dan balik. Kedua, nyaman, pemudik jangan memaksakan kehendak untuk naik moda transportasi yang penuh sesak dan berdesakan; memperhatikan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti makan, minum, dan buang air kecil.

 

Ketiga, antisipasi situasi mendadak dan sulit, misalnya, moda transportasi terlambat datang sehingga butuh waktu lama untuk menunggu. Menghadapi situasi itu pemudik tidak boleh melampiaskan kesal dan marah kepada anak. Atau di tengah jalan anak sakit dan butuh penanganan medis, pemudik harus menyiapkan nomer telepon penting seperti nomer RS atau klinik yang nanti dilalui selama perjalanan mudik. Keempat, siap informasi terkait perjalanan seperti ada kemacetan panjang, dan longsor yang harus dihindari. Kelima, melengkapi fasilitas bagi penyandang disabilitas agar bisa mudik mandiri.

 

(Baca juga: Menhub Ingatkan Kelaikan Kendaraan Saat Mudik)

 

Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Kementerian Perhubungan, Cris Kuntadi, mengatakan untuk penyelenggaraan transportasi mudik 2018 Kementerian Perhubungan fokus pada empat hal. Pertama, mengutamakan keselamatan, menuju zero accident. Kedua, keamanan, mengingat beberapa waktu lalu ada serangan teroris, pemerintah menambah jumlah petugas keamanan pada moda transportasi. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga keamanan, misalnya tidak bercanda membawa bom, karena itu dampaknya buruk bagi penumpang lainnya terutama di pesawat.

 

Ketiga, meningkatkan pelayanan, misalnya menyediakan ruang laktasi, klinik kesehatan, dan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Keempat, patuh aturan, masyarakat harus menaati aturan selama perjalanan seperti tidak melewati batas kecepatan maksimum. “Ketika mudik banyak orang yang lupa akan pentingnya keempat hal tersebut,” tukasnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.