Senin, 25 June 2018

Tingkatkan Kualitas Advokat, Peradi-Malaysian Bar Jalin Kerja Sama Internasional

Upaya Peradi untuk meningkatkan kualitas advokat Peradi melalui jaringan internasional. Setelah penandatanganan MoU dengan The Law Society of Hong Kong, kini dengan Malaysian Bar.
Normand Edwin Elnizar
Ketua Umum Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan berjabat tangan dengan Presiden Malaysian Bar, George Varughese usai penandatanganan MoU, Jumat (23/6). Foto: Istimewa

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kembali menjalin kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas profesi dan pelayanan jasa hukum. Kali ini kerja sama strategis resmi dijalin dengan Malaysian Bar melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di Sekretariat Peradi, lantai 11 Grand Slipi Tower Jakarta, Jumat (22/6).

 

Disaksikan oleh delegasi anggota organisasi advokat Malaysian Bar, puluhan anggota Peradi serta perwakilan Kementerian Luar Negeri, Ketua Umum Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan dan Ketua Malaysian Bar, George Varughese membubuhkan tanda tangan di atas dokumen MoU.

 

“Untuk membuat Peradi semakin go international dalam menghadapi persoalan global, khususnya kali ini Masyarakat Ekonomi Asean, ini langkah awal yang baik,” kata Fauzie kepada hukumonline usai penandatanganan MoU.

 

Fauzie berharap melalui MoU ini akan memberikan banyak peluang bagi advokat Indonesia dalam menunjang karirnya. Indonesia dan Malaysia selama ini diketahui banyak melakukan kerja sama yang tak lepas dari aspek hukum dan melibatkan advokat kedua negara. Pelatihan timbal balik antara Malaysian Bar dengan Peradi terkait keterampilan dan pengetahuan hukum dari kedua negara yang berbeda sistem hukum ini, misalnya, bisa sangat membantu satu sama lain.

 

Para advokat anggota Peradi juga bisa memanfaatkan kerja sama dengan Malaysian Bar untuk memperluas pasar jasa hukum di negeri jiran itu. Apalagi saat ini Malaysia baru saja mengamandemen regulasi yang membuat advokat asing lebih leluasa berpraktik di Malaysia.

 

“Hal lain yang akan bernilai penting bagi firma hukum dan advokat Indonesia adalah liberalisasi profesi hukum di Malaysia, selain kita bisa saling bekerja sama untuk berkompetisi di regional (ASEAN-red.),” kata George Varughese dalam sambutannya.

 

George menjelaskan saat ini ada tiga cara bagi advokat dan firma hukum asing untuk berpraktik di Malaysia berdasarkan Legal Profession Act 1976 yang telah diamandemen. Pertama, firma hukum asing bisa langsung membuka kantor di Malaysia dengan mengajukan perizinan dan membuktikan keahlian hukum pada bidang praktik yang tersedia.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua