Sabtu, 14 Juli 2018
Peradi Kubu Fauzie Yusuf Hasibuan Gelar Ujian Advokat Serentak di 34 Kota
RED

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kubu Fauzie Yusuf Hasibuan menggelar ujian bagi calon advokat secara serentak di 34 kota dari Medan hingga Papua, Sabtu (14/7). "Untuk wilayah Jakarta, hari ini Peradi menguji 2.040 calon advokat yang bertempat di Universitas Tarumanegara," kata Ketua Dewan Pembina Peradi Otto Hasibuan, sebagaimana dikutip dari Antara.

Dalam keterangan tertulisnya, Otto mengatakan bahwa ujian Peradi kali ini diikuti sebanyak 5.397 calon advokat, termasuk Kabarhakam Mabes Polri dan 43 perwira. Ia menambahkan, bahwa kepersertaan perwira Polri ini menunjukkan betapa pentingnya ujian advokat di Indonesia. Selain itu, ujian kali ini juga dilaksanakan hingga ke kota terpencil, seperti Kota Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 28 calon advokat bersaing untuk lulus ujian di Kota Ruteng, NTT.

"Perluasan jangkauan ini untuk mempermudah calon advokat ikut ujian. Meski demikian, tidak ada perlakuan khusus terhadap mereka," tegas Otto.

Otto mengatakan, bahwa ujian profesi untuk memenuhi persyaratan menjadi advokat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Sebelum mengikuti ujian profesi, calon advokat diwajibkan mengikuti pendidikan profesi advokat selama 3 bulan.

"Ujian ini sebagai syarat untuk terjun secara profesional dan digunakan sebagai standar penilaian kapasitas seorang advokat saat terjun ke lapangan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Profesi Advokat Hermansyah Dulaimi mengatakan bahwa daerah yang terpencil merupakan tantangan tersendiri. Namun, Peradi memastikan pengawasan yang sama dengan daerah lainnya. "Tentu mereka harus menempuh hal yang sama dengan peserta dari kota lainnya. Pasalnya, mereka tidak hanya berperkara di Ruteng, tetapi di seluruh Indonesia," kata Herman. Hasil ujian akan diumumkan enam pekan mendatang. (ANT)

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.