Pojok MPR-RI

Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat, Sekjen MPR: Bagian Sosialisasi Empat Pilar

Melalui bedah aneka buku, menjadi ajang sosialisasi dengan menyasar semua elemen masyarakat.
Oleh:
RED
Bacaan 2 Menit
Sekjen MPR Maruf Cahyono saat memberikan sambutan dalam acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat  di ruang Perpustakaan Gedung  MPR, Rabu (8/8). Foto: Humas MPR
Sekjen MPR Maruf Cahyono saat memberikan sambutan dalam acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat di ruang Perpustakaan Gedung MPR, Rabu (8/8). Foto: Humas MPR

"Di tempat ini sering dibahas judul buku dengan berbagai dimesi.Jadi buku yang dikupas tak selamanya rumit", Pernyataan itu menjadi pembuka Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR Maruf Cahyono dalam bedah buku karya Beginda Pakpakhan berjudul 'Indonesia, Asean, & Ketidakpastian Hubungan Internasional'.

 

Buku tersebut dinilai memberi stimulus bagi masyarakat  dalam menginternalisasikan tak hanya nilai-nilai kehidupan bangsa namun juga hal yang sifatnya aplikatif. “Dengan buku ini kita ambil makna yang terkait dengan nilai-nilai kebangsaan", ujarnya saat memberikan sambutan acara ‘Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat’  di ruang Perpustakaan Gedung MPR, Rabu (8/8).

 

Maruf sependapat bula bangsa Indonesia  memiliki produk unggulan dalam bidang olahraga. Sebab hal tersebut menjadi sarana kebanggaan dan keunggulan bangsa Indonesiai. Tak hanya itu, pula menunjukan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang unggul dan peduli pada olahraga.

 

Dia  menceritakan pada 5 Agustus 2018, bangsa Indonesia telah memecahkan rekor dunia dalam senam massal poco-poco. Senam yang diikuti oleh 65.000 peserta itu disebut menjadi kebanggaan. Sebab, selain bisa memadukan gerak senam secara bersama juga melibatkan peserta dari berbagai instansi dan institusi.

 

“Olahraga massal seperti ini juga bisa memperkenalkan Indonesia pada dunia,” ujarnya.

 

Terlepas dari itu, Ma'ruf Cahyono menyebut acara ‘Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat’ yang digelar rutin itu merupakan salah satu bentuk Sosialisasi Empat Pilar. "Dengan bedah aneka buku seperti novel dan sastra lainnya, kita melakukan sosialisasi dengan menyasar semua element masyarakat", ungkapnya.

 

Sementara, Beginda Pakpahan, sebagai penulis buku mengatakan dalam menulis buku tersebut dikarenakan adanya situasi  dunia yang tidak menentu seperti Brexit dan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.  Nah hal tersebut dipandang menimbulkan ketidakpastian dunia.

 

Maruf pun menyorot kesuksesan Asian Games menjadi kepentingan nasional. Untuk itulah diperlukan  sosialisasi dari seluruh pihak dengan menunjukan Indonesia aman. Ini perlu dilakukan terkait beberapa waktu yang lalu terjadi aksi terorisme. Dia pun berharap TNI, Polri, dan mayarakat menciptakan stabilitas keamanan dan politik. "Bila Asian Games sukses maka hal ini akan menciptakan wibawa bangsa", tuturnya. 

 

Hadir sebagai penanggap buku karya Beginda adalah anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian, anggota Lemkaji Syamsul Bahry, Ketua Asean Study UI Edy Prasetyono, penulis buku Beginda Pakpahan, dan pengamat luar negeri Trias Kuncahyono.

Berita Terkait