Jumat, 10 August 2018

Mencari Sosok Ideal Nakhoda Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Oleh: Afdhal Mahatta*)

 

Penting juga Pimpinan LPSK memiliki jangkauan jejaring yang baik dengan seluruh lembaga terkait, sehingga mampu bekerjasama dengan berbagai institusi untuk menghasilkan perlindungan yang baik bagi saksi dan korban. Koordinasi yang baik antar lembaga terkait tentu saja dapat semakin memudahkan LPSK untuk memaksimalkan tugas dan fungsi kelembagaan khususnya pemberian perlindungan terhadap saksi dan korban.

 

Terakhir, terbukanya tampuk pimpinan LPSK bagi 7 orang terpilih, mestinya mampu membuat LPSK menjadi lembaga yang memiliki sumber daya manusia yang cukup dan mencakupi setiap aspek pemenuhan kebutuhan berjalannya lembaga secara optimal. Oleh karena itu, 7 orang pimpinan dari berbagai latar belakang berbeda merupakan gagasan yang cukup ideal. Dengan demikian LPSK akan berdiri di bawah para pemimpin yang cakap dan mumpuni dalam menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan lembaga kedepannya.

 

*)Afdhal Mahatta adalah Dosen Prodi Hukum Universitas Podomoro/Tenaga Ahli Komisi III DPR RI

 








Catatan Redaksi:



Artikel Kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Hukumonline


Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua