Sabtu, 11 Agustus 2018

Fathia Izzati, Youtuber Peraih Top 8 International Commercial Arbitration

 

Namun kecintaan Fathia terhadap bidang hukum tidak ia peroleh dengan serta merta, bahkan Fathia mengaku hukum bukanlah jurusan pilihan pertamanya saat memilih kuliah. Awalnya, ia sangat tertarik dengan jurusan Hubungan Internasional layaknya sang ayah yang saat ini berprofesi sebagai seorang diplomat. Hanya saja, kenang Fathia, ia tidak berhasil tembus untuk jurusan HI kala itu.

 

Setelah menjalani hari sebagai mahasiswa FH, sambung Fathia, ia bahkan sempat gagal di salah satu mata kuliah (hukum adat). Saat itu Fathia mengaku kesusahan dalam mempelajari materi perkuliahan terlebih dalam pembuatan makalah. Sampai akhirnya, ada perkataan seseorang yang terus terngiang-ngiang olehnya, bahwa belajar hukum bukan hanya soal menghapal, lebih daripada itu yakni harus dimengerti.

 

“Baru setelah semester 3 aku baru ngerasain, wah i like this,” ujar Fathia.

 

Hebatnya, Fathia memilih Program Kekhususan (PK) Hukum Perdata Internasional yang dikenal di kalangan mahasiswa sebagai PK yang pelajarannya cukup sulit. Saat itu, rata-rata mahasiswa lebih memilih PK hukum bisnis. Untuk PK Perdata Internasional karena image-nya yang tidak mudah, sehingga saat itu hanya delapan orang yang saat itu memutuskan memilih PK Perdata Internasional.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua