Rabu, 15 Agustus 2018

KY Buka Pendaftaran Seleksi CHA 2018

Pendaftaran dimulai tanggal 15 Agustus 2018 hingga 6 September 2018, berminat?
Aida Mardatillah
Komisioner KY Bidang Rekrutmen Hakim Aidul Fitriciada Azhari saat menyampaikan pengumuman Seleksi CHA Tahun 2018 di Gedung KY, Rabu (15/8). Foto: AID

Komisi Yudisial (KY) kembali membuka seleksi penerimaan calon hakim agung (CHA) Tahun 2018. Hal ini menindaklanjuti permintaan Mahkamah Agung (MA) untuk memenuhi kebutuhan hakim agung sesuai surat Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial tertanggal 20 Juli 2018.   

 

Dalam surat itu, MA tengah membutuhkan 8 orang hakim agung. Rinciannya, 1 orang untuk kamar pidana, 1 orang untuk kamar agama, 2 orang untuk kamar militer, 3 orang untuk kamar perdata, dan 1 orang untuk kamar tata usaha negara khususnya yang memiliki keahlian hukum perpajakan.

 

“Karena itu, pendaftaran seleksi CHA ini dibuka sejak hari ini Rabu 15 Agustus 2018 hingga 6 September 2018,” kata Komisioner KY Bidang Rekrutmen Hakim Aidul Fitriciada Azhari di Gedung KY, Rabu (15/8/2018). Baca Juga: Dua Calon Hakim Agung Ini Akhirnya Jadi Hakim Agung  

 

Ia mengatakan peserta seleksi CHA dapat diajukan oleh MA untuk hakim karier, pemerintah, dan masyarakat (nonkarier) yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CHA Tahun 2018 yang dapat diakses melalui website www.komisiyudisial.go.id.

 

Misalnya, persyaratan hakim karier berumur minimal 45 tahun; berijazah magister bidang hukum; berpengalaman sekurang-kurangnya 20 tahun menjadi hakim dan hakim tinggi; tidak pernah dijatuhi sanksi etik berupa pemberhentian sementara. Sedangkan, jalur nonkarier, dipersyaratkan berusia minimal 45 tahun; berpengalaman minimal 20 tahun dalam profesi hukum dan atau akademisi hukum; berijazah doktor dan magister bidang hukum; tidak pernah dipidana yang ancamannya 5 tahun atau lebih. 

 

Aidul menjelaskan dalam mencari 8 CHA, KY tetap menekankan pada aspek kapasitas dan integritas calon. Hal ini penting mengingat hakim agung merupakan jabatan mulia yang berperan penting dalam mewujudkan peradilan yang bersih dan agung.

 

Selain itu, kata Aidul, hakim agung di MA seharusnya memenuhi kuota 60-an hakim agung. Namun, jumlah hakim agung saat ini masih 48 hakim agung. Sementara beban penanganan perkara di MA semakin meningkat. Karena itu, MA sangat membutuhkan penambahan hakim agung untuk mempercepat penanganan perkara.

 

Nantinya, kata dia, para CHA yang mendaftar akan menjalani serangkaian tahapan seleksi. Yakni, seleksi administrasi, seleksi kualitas, seleksi kesehatan dan kepribadian, serta wawancara terbuka. Terakhir, KY akan mengusulkan pengangkatan hakim agung kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan. 

 

Aidul mengaku saat ini masih kesulitan mencari spesialisasi hakim agung bidang pajak. Sebab, dari pengalaman rekrutmen sebelumnya belum ada CHA yang memenuhi kualifikasi bidang perpajakan. “Saat ini di MA, yang menguasai hukum pajak hanya satu orang, makanya MA masih kekurangan hakim agung pajak,” kata dia.

 

Mengenai persyaratan lengkapnya, pendaftaran seleksi CHA ini dapat dilakukan secara online melalui http://rekrutmmen.komisiyudisial.go.ig. Usulan pendaftaran seleksi CHA ini dapat dikirim atau diantar langsung ke KY u.p. Sekretaris Panitia Seleksi CHA Jl. Kramat Raya No. 57, Jakarta Pusat 10450 Telp. (021) 3905876-77/31903661/fax: (021) 31903661-paling lambat tanggal 6 September 2018 pukul 16.00 WIB dengan stempel pos.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua