Kamis, 16 August 2018

Mediasi di Persidangan, Pilihan Solusi yang Belum Menjadi Solusi

 

Proses mediasi memang bisa juga dilakukan di luar persidangan. Namun selama belum dituangkan dalam Akta Perdamaian, perkara masih bisa diajukan sebagai gugatan ke pengadilan. Karena terhadap Akta Perdamaian tidak dapat dilakukan upaya hukum lagi.

 

Ketua Dewan Pembina Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LKBH FHUI), Yoni Agus Setyono yang berpengalaman menangani perkara lebih dari 20 tahun melalui LKBH FHUI membenarkan pandangan Basuki. “Kalau sudah ke pengadilan berarti sudah coba mediasi. Kalau sudah litigasi berarti siap pasang badan,” kata Yoni kepada hukumonline di sela acara konferensi.

 

Berdasarkan pengalaman Yoni berpraktik memberikan bantuan hukum, gejala di masyarakat Indonesia adalah persoalan harga diri dalam menghadapi gugatan. Mereka memilih menyerahkan pada pengadilan yang memutuskan menang atau kalah. “Lu jual, gue beli,” ujarnya.

 

Kemungkinan terakhir yang dikemukakan Basuki bahwa mediasi gagal ketika para pihak diwakili oleh kuasanya. “Lawyer itu sebagan besar semangatnya litigator, bertarung sampai darah penghabisan,” kata Basuki lagi. Ia menjelaskan bahwa di Perma No.1 Tahun 2016 telah mengatur agar para pihak datang sendiri tanpa diwakili kuasanya. Harapannya mediator bisa mendengar langsung apa yang diinginkan para pihak. “Mereka merasakannya sendiri, mengutarakan apa adanya. Kalau lawyer kan beda pikirannya,” sambungnya.

 

Pada akhirnya Basuki yakin bahwa mediasi hanya akan berhasil jika sistem nilai sosial masyarakat kembali pada iktikad baik warisan kearifan lokal Indonesia. Sampai di sini, peran para pemangku kepentingan dibutuhkan untuk menyosialisasikan pada masyarakat bahwa ada jalan lain dalam menyelesaikan sengketa perdata. Apalagi Akta Perdamaian dari pengadilan juga memiliki kekuatan eksekutorial.

 

Menarik disimak petuah Yohanes Sogar Simamora saat ditanya hukumonline tentang langkah apa yang bisa diambil untuk mendorong kembali mediasi menjadi solusi penyelesaian sengketa, “Lebih penting lagi ada contoh teladan dari pemimpin. Kalau misalnya ada perselisihan segera diselesaikan dengan cara damai. Itu kanakan menular ke masyarakat, termasuk di bidang politik, bukan hanya acara perdata.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua