Senin, 03 September 2018

Punya Peran Besar, Syafruddin Dituntut 15 Tahun Penjara

Ia dianggap terbukti bersalah memperkaya Sjamsul Nursalim sebesar Rp4,58 triliun. Tetapi, menurut kuasa hukumnya, Syafruddin sudah serahkan seluruh tanggung jawab BPPN ke Menteri Keuangan tahun 2004 dan menyerahkan hak tagih Rp4,8 triliun kepada petani tambak yang dijamin Dipasena.
Aji Prasetyo
Syafruddin Arsyad Tumenggung (rompi oranye) usai diperiksa KPK. Foto: RES

Penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, menuntut Syafruddin Arsyad Tumenggung dengan pidana penjara selama 15 tahun. Ia juga diharuskan membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

 

Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) ini dianggap bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Sjamsul Nursalim selaku pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

 

Surat tuntutan setebal 1.354 halaman ini dibacakan secara bergantian oleh penuntut umum KPK yaitu Kiki Ahmad Yani, I Wayan Riana, Ferdian Adi Nugroho, Amir Nurdianto, Haerudin, Moh. Helmi Syarif, Dian Hamisena dan juga Putra Iskandar.

 

Menurut Jaksa, Syafruddin selaku Kepala BPPN secara sadar melakukan penghapusan piutang BDNI kepada petani tambak yang dijamin PT Dipasena Citra Darmadja (DCD) dan PT Wachyuni Mandira (WM). Selain itu, ia juga menerbitkan Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham meskipun Sjamsul belum melaksanakan kewajibannya.

 

"Selama persidangan tidak ditemukan adanya alasan penghapusan pidana baik alasan pembenar ataupun pemaaf yang dapat menghapus sifat pertanggungjawaban pidana pada diri terdakwa," kata Jaksa Haerudin di Pengadilan Tipikor, Jakata, Senin (3/9/2018).

 

Ada yang menarik dari pertimbangan memberatkan penuntut umum dalam memberikan tuntutan. Meskipun dituntut cukup tinggi, Syafruddin dianggap bukanlah pelaku utama dalam perkara ini, tetapi hanya dilabeli sebagai peserta yang aktif.

 

"Terdakwa terbukti merupakan peserta/pelaku yang aktif melakukan peran yang besar dalam pelaksanaan kejahatan," ujar Jaksa Haerudin.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua