Rabu, 12 September 2018

​​​​​​​Yuk Lihat Kisah Sukses Pelaku Industri properti dalam Real Estate Investment Indonesia

​​​​​​​Acara ini juga akan dihadiri beberapa investor dari kawasan Asia, yang mencari berbagai peluang bisnis di industri real estate Indonesia.
Tim Advertorial
Ilustrasi

Tidak jarang proses pendirian entitas partnership di Indonesia, dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakjelasan, terutama bagi pihak-pihak yang memahami kondisi pasar di Indonesia. Memastikan kredibilitas rekanan bisnis terutama yang berasal dari luar Indonesia juga merupakan tantangan yang krusial dan menyita waktu. Selain itu memastikan kerangka hukum dan legalitas kerja sama dan pengembangan proyek, adalah hal lain yang juga harus dipikirkan oleh pihak rekanan lokal.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, arus uang masuk dari penanaman modal asing khususnya di sektor real estate, menunjukkan peningkatan yang stabil. Menurut data yang dirilis Oxford Business Group, pada tahun 2017 arus modal masuk ke industri real estate meningkat sebesar 22% dibanding tahun sebelumnya di 2016.

 

Angka tersebut melampaui peningkatan penanaman modal asing secara rata-rata nasional. Negara asal para penanam modal tersebut cukup bervariatif. Beberapa nama yang dapat disebut antara lain adalah; China Contruction Company, Mitsubishi, Tokyu Land, Logos Property, serta Brewin Mesa; para perusahaan tersebut telah mengembangkan bisnis propertinya ke pasar Indonesia.

 

Selain itu, saat ini masih terdapat beberapa nama besar lain yang tertarik dan mencari peluang di pasar Indonesia baik lewat penanaman modal langsung dengan mendirikan anak perusahaan sendiri atau yang berencana menjalin kerja sama dengan rekanan lokal yang dianggap memiliki sumber daya dan pengetahuan yang mencukupi terhadap pasar local di Indonesia.

 

Kesuksesan dari berbagai penanaman modal asing tersebut, tentunya bergantung dari keahlian memahami regulasi investasi, aktivitas due diligence yang efektif serta periode proses pengurusan administrasi dan perijinan yang cepat.

 

Beberapa studi kasus dan kisah sukses dari joint venture yang telah dijalankan dapat ditemui pada acara Real Estate Investment Indonesia mendatang. Para eksekutif senior yang menjadi pembicara akan membagikan pengalaman mereka tentang bagaimana memanfaatkan peluang dan melewati tantangan dalam proses pendirian partnership di sektor real estate Indonesia.

 

Beberapa nama yang akan menjadi pembicara dalam event ini antara lain; Bill Cheng, Direktur dari Brewin Mesa; Nobuya Ichiki, Presiden Direktur dari Sayana Integra Property (joint venture antara Daiwa House dengan Trivo Group); Timothy Chang, Presiden Direktur dari Kingland; Shirley Tan, Presiden Direktur dari Rajawali Property Group; dan Peter Chan, yang merupakan CEO dari The Haven Group.

 

Sejumlah peserta konferensi akan menghadiri dan terlibat dalam forum ini, termasuk beberapa investor dari kawasan Asia, yang mencari berbagai peluang bisnis di industri real estate Indonesia. Selain itu terdapat sejumlah pengembang property lokal yang mencari peluang bisnis dengan para investor untuk kepentingan ekspansi dan pertumbuhan bisnis di masa mendatang.

 

Real Estate Investment Indonesia akan berlangsung pada 24 – 25 September mendatang, di Jakarta Convention Center. Kembangkan jaringan bisnis dan berbagai layanan dan jasa yang anda miliki, dalam acara Real Estate Investment Indonesia.

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sdr. Radhi – Conference Manager (+62 812 961 55224 & [email protected])  

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua