Rabu, 12 September 2018

Begini Nasihat Ketua MPR Kepada Pimpinan Ormas Kepemudaan

Tugas berat menghadang para pemuda Indonesia. Sebab berdasarkan data world bank disebutkan bahwa pemuda Indonesia yang menjadi pengangguran sangatlah tinggi. Bahkan lebih tinggi dibanding Malaysia, Thailand dan Vietnam.
RED
Ketua MPR Zulkifli Hasan. Foto: Humas MPR

Masa depan, tantangan dan persaingan yang  dihadapi para pemuda bakal semakin berat. Karena itu, setiap pemuda harus mempersiapkan dirinya dengan baik. Bekerja keras dan tidak gampang mengeluh. Terus belajar, gemar membaca, dan menguasai ilmu pengetahuan. Demikian yang disampaikan Ketua MPR Zulkifli Hasan di depan 22  pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kepemudaan di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Jakarta, Rabu (12/9).

 

Puluhan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Pemuda Indonesia menyambangi Ketua MPR. Tujuannya agar mendapat dukungan terkait rencana pelaksanaan Silaturahmi Nasional (silatnas) Komite Nasional Pemuda Indonesia. Rencananya, acara tersebut bakal digelar pada 22-23 September yang akan datang. Delegasi ormas kepemudaan, itu dipimpin Ketua Steering Commitee Silatnas Khaerul Razak.

 

Dalam pertemuan tersebut, Ketua MPR berharap para pemuda selalu menghindari keributan, tidak terlibat dalam pembahasan persoalan yang tidak perlu dan jangan suka berkelahi. Ketimbang membuang waktu percuma, lebih baik dipakai untuk belajar, dan mencari peluang usaha agar bisa mandiri.

 

"Tidak bisa dibayangkan, kalau ada seorang pemuda yang lulus kuliah, sedang gagah-gagahnya, ternyata malah jadi pengangguran. Bagaimana dia akan berguna bagi lingkungannya, kalau mengurus dirinya sendiri pun tidak bisa," ujarnya.

 

Sayangnya, kata Zul, tugas berat tengah menghadang para pemuda Indonesia. Pasalnya, sesuai data yang dikeluarkan world bank disebutkan bahwa pemuda Indonesia yang menjadi pengangguran sangatlah tinggi. Bahkan lebih tinggi dibanding Malaysia, Thailand hingga Vietnam, mencapai lebih dari 21 persen. Kondisi itu makin parah karena penguasaan science di kalangan pemuda menempati urutan ke 62 dunia. Jauh di bawah Singapura, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua