Sabtu, 15 September 2018
Edisi Magister Hukum:
Lawyer Cari Beasiswa Kuliah Magister? Jangan Lewatkan 8 Peluang Berikut
Tersedia berbagai pilihan beasiswa kuliah magister di dalam dan luar negeri yang bisa dicoba oleh kalangan profesional. Beberapa beasiswa memiliki batasan usia.
Normand Edwin Elnizar
0
Lawyer Cari Beasiswa Kuliah Magister? Jangan Lewatkan 8 Peluang Berikut
Ilustrasi: HGW

Melanjutkan pendidikan akademik ke jenjang magister nampaknya menjadi salah satu target setelah sukses berkarier di dunia profesi. Bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai modal untuk meningkatkan karier. Tak terkecuali bagi profesi lawyer. Kesuksesan sebagai lawyer nampak belum lengkap jika gelar sarjana hukum belum diikuti tambahan gelar magister. Gelar magister hukum dari luar negeri seperti LL.M atau M.H. dari dalam negeri seolah memperjelas kualitas intelektual dan keterampilan profesional para lawyer.

 

Bagi kalangan lawyer yang sudah sangat mapan, menempuh kuliah magister dengan dana pribadi bukanlah persoalan sama sekali. Berkuliah di luar negeri dengan menanggung sendiri biaya kuliah sekaligus living cost bisa dilalui dengan mudah. Cuti bekerja sejenak dengan menitipkan bisnis pada partner atau associate di kantor pun bisa diatur.

 

Sementara bagi para lawyer pemula tentu masih harus berhitung soal pendanaan kuliah hingga pemasukan yang mungkin terhenti sejenak jika harus mengambil cuti karena kuliah ke luar negeri. Kalaupun melanjutkan kuliah di dalam negeri pun tetap harus menghitung pengeluaran tambahan untuk biaya kuliah. Tak sedikit yang akhirnya mengurungkan niat melanjutkan pendidikan jenjang magister hingga akhirnya terlupakan akibat kesibukan bekerja.

 

Pada artikel sebelumnya hukumonline telah mengulas tips seputar kuliah magister bagi profesi lawyer. Beberapa alternatif peminatan magister hukum di kampus terfavorit dalam negeri pun sudah disajikan untuk menjadi bahan pertimbangan.

 

Kali ini hukumonline sajikan beberapa informasi beasiswa yang bisa dicoba oleh kalangan lawyer untuk melanjutkan kuliah magister. Mulai dari yang dibiayai oleh Pemerintah Indonesia hingga lembaga luar negeri telah dirangkum sebagai berikut. Selamat mencoba!

 

1.Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)

Beasiswa LPDP dibiayai oleh pemerintah Indonesia untuk pembiayaan studi program magister atau doktor baik di kampus dalam negeri maupun luar negeri. Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas untuk pembangunan bangsa. Ada sebelas bidang ilmu yang menjadi prioritas untuk dibiayai yaitu teknik, sains, pertanian, kedokteran dan kesehatan, akuntansi dan keuangan, hukum, agama, pendidikan, sosial, ekonomi, serta bidang budaya, seni, dan bahasa.

 

(Baca Juga: Pertimbangkan 4 Tips Ini Sebelum Lawyer Kuliah Magister!)

 

Hingga tahun 2018, hukum bisnis internasional menjadi salah satu tema prioritas dalam pertimbangan seleksi. Perlu diperhatikan bahwa batas usia untuk jenjang magister paling tinggi 35 tahun pada tahun pendaftaran. Beasiswa yang tersedia hanya untuk kelas reguler, sehingga jenis kelas malam, kelas eksekutif, kelas karyawan, kelas jarak jauh, atau kelas weekend tidak diperbolehkan. Durasi studi magister yang dibiayai, termasuk biaya hidup, paling lama 24 bulan.

 

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada situs LPDP Kemenkeu.

 

2.Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi

Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi dibiayai oleh pemerintah Indonesia untuk studi mulai dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor di kampus dalam negeri. Sesuai namanya, beasiswa ini diprioritaskan untuk masyarakat berprestasi di segala bidang. Perguruan tinggi yang bisa dibiayai harus terakreditasi minimal B. Batas usia untuk jenjang magister paling tinggi 32 tahun pada tahun pendaftaran.

 

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada situs Beasiswa Unggulan Kemendikbud.

 

3.Chevening

Beasiswa dari pemerintah UK ini ditujukan bagi kalangan profesional yang sudah memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun. Beasiswa Chevening telah menghasikan lebih dari 50.000 alumni di seluruh dunia sejak tahun 1983. Beasiswa ini adalah upaya diplomasi luar negeri UK untuk menjalin hubungan dengan para calon pemimpin masa depan, sosok berpengaruh, dan para pengambil kebijakan di seluruh dunia.

 

(Baca Juga: Lawyer Mau Kuliah Magister? Kenali Pilihan dari 6 Kampus Hukum Terfavorit)

 

Tersedia khusus untuk jenjang magister, durasi studi hanya untuk satu tahun dalam bidang ilmu apa saja di seluruh kampus UK. Tidak ada batas maksimal usia untuk menjadi penerima beasiswa ini.

 

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada situs Chevening.

 

4.Fulbright

Fulbrigth Master’s Degree Scholarship diberikan pemerintah Amerika Serikat untuk durasi studi selama satu hingga dua tahun di bidang apa saja selain kedokteran. Sedangkan Fulbrigth Doctoral Degree Scholarship untuk jenjang doktor dengan durasi studi tiga tahun di bidang apa saja selain kedokteran.

 

(Baca: Lawyer Mau Kuliah Magister? Kenali Pilihan dari 6 Kampus Hukum Terfavorit)

 

Beasiswa ini tidak mengharuskan syarat pengalaman kerja dan tidak ada batas maksimal usia untuk menjadi penerima beasiswa ini. Namun para pendaftar harus menunjukkan kompetensi kepemimpinan sebagai syarat lolos seleksi.

 

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada situs Aminef.

 

5.Endeavour Leadership Program dan AAS

Beasiswa pemerintah Australia ini tersedia untuk program magister dan doktor di bidang apa saja di perguruan tinggi Australia. Durasi studi magister paling lama dua tahun dan studi doktor paling lama empat tahun. Tidak ada batas usia maksimal atau syarat pengalaman kerja untuk menjadi penerima beasiswa ini. Namun ada syarat tertulis bahwa para pendaftar harus bisa menjelaskan manfaat studi yang diambil bagi pengembangan akademik atau karier profesional dirinya kelak serta manfaat bagi pemerintah Australia.

 

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada situs Australian Government atau Australia Awards Scholarship (AAS).

 

6.Erasmus+/Erasmus Mundus

Beasiswa ini dibiayai Uni Eropa untuk program Erasmus Mundus Joint Master Degree bagi studi megister dan Erasmus Mundus Joint Doctorate bagi studi doktor di konsorsium universitas negara-negara Uni Eropa.

 

Durasi studi magister paling lama dua tahun dan studi doktor paling lama tiga tahun.Tidak ada batas usia maksimal atau syarat pengalaman kerja. Namun kampus perguruan tinggi untuk kuliah terbatas pada daftar yang disediakan dalam catalog.

 

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada situs ini.

 

7.StuNed

Studeren in Nederland atau disingkat StuNed adalah beasiswa dari pemerintah Belanda berbasis keunggulan. Potensi kepemimpinan di masa akan datang dan rencana bergiat dalam bidang pembangunan Indonesia menjadi pertimbangan dalam seleksi. Tidak ada batas usia maksimal atau syarat pengalaman kerja untuk menjadi penerima beasiswa ini.

 

Durasi studi magister paling lama dua tahun dengan bidang-bidang prioritas berikut: security and rules of law; agro-food and horticulcture; transportation, (agro)logistics and infrastructure; international trade, finance, and economics.

 

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada situs StuNed.

 

8.Orange Tulip Scholarship

Beasiswa Orange Tulip diberikan oleh perguruan tinggi di Belanda untuk program sarjana hingga doktor. Beasiswa yang ditawarkan umumnya berbentuk potongan biaya studi (sebagian atau seluruhnya) atau subsidi biaya hidup. Tidak ada batas maksimal usia dan syarat pengalaman kerja untuk mendaftar beasiswa ini.

 

Perguruan tinggi yang ikut menjadi peserta pemberi beasiswa Orange Tulip bisa berbeda setiap tahunnya termasuk program studi yang ditawarkan. Daftar perguruan tinggi yang berpartisipasi, program studi yang ditawarkan serta prosedur lebih lengkap terdapat di situs ini.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.