Kamis, 04 Oktober 2018

Advokat dan Notaris Kondang Perebutkan Kursi Ketua ILUNI FHUI

Pemilihan dengan menggunakan e-voting pada awal bulan November. Pertama kalinya membuka diri pada calon lulusan pascasarjana FHUI.
Normand Edwin Elnizar
Foto: Para Calon Ketua ILUNI FHUI periode 2018-2021 (Istimewa)

Pemilihan Umum (Pemilu) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI) resmi dibuka sejak penetapan para Calon Ketua Senin (1/10) lalu. Enam orang kandidat telah diumumkan. Pengundian nomor urut peserta Pemilu dilakukan dua hari setelahnya.

 

Enam kandidat tercatat akan memperebutkan kursi Ketua Umum ILUNI FHUI Periode 2018-2021. Empat orang calon berprofesi sebagai advokat, satu orang notaris, dan satu orang birokrat bidang hukum. Salah satu dari mereka akan menggantikan posisi Ahmad Fikri Assegaf dalam memimpin ILUNI FHUI.

 

Persiapan Pemilu yang akan berlangsung hingga November nanti ini telah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Tercatat Musyawarah Nasional dilakukan bulan April 2018 untuk mengesahkan AD/ART yang menjadi dasar proses Pemilu. Panitia Pemilu juga dikukuhkan dalam Musyawarah tersebut meliputi Ketua Panitia Pelaksana (organizing committee) dan Ketua Panitia Pengarah (steering committee).

 

Ketua Panitia Pelaksana diserahkan kepada Fahmy Hoessein yang merupakan Ketua Komite Olahraga di kabinet Fikri. Sementara, Ketua Panitia Pengarah diserahkan kepada Aulia Taufani yang juga salah satu jajaran kabinet Fikri sebagai Ketua Komite Kerjasama Organisasi Profesi. Fahmy berprofesi sebagai advokat, sedangkan Aulia berprofesi notaris.

 

“Kami berharap partisipasi pemilih jauh lebih besar kali ini, sehingga lebih terasa komptetitif pesta demokrasinya dan hasilnya lebih berkualitas,” kata Fahmy dalam sambutan usai penunjukkannya saat itu.

 

(Baca: Alumni FHUI Siap-siap Calonkan Diri! ILUNI FHUI Sudah Bentuk Kepanitiaan Suksesi)

 

Harapan Fahmy terwujud. Jumlah calon ketua dalam Pemilu kali ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan saat Fikri terpilih di Pemilu 2015 lalu. Sebanyak enam kandidat yang masing-masing berprofesi advokat, notaris, dan birokrat berhasil lolos verifikasi persyaratan pendaftaran.

 

(Baca: Ahmad Fikri Assegaf Terpilih Jadi Ketua ILUNI FHUI)

 

Pemilihan kali ini akan kembali menggunakan e-voting. Tujuannya agar memperluas jangkauan partisipasi para alumni untuk ikut memberikan suaranya. Penggunaan sistem e-voting pada Pemilu sebelumnya berhasil mengumpulkan sebanyak 2.725 suara pemilih. Fikri menargetkan peningkatan jumlah pemilih dalam Pemilu kali ini. "Kalau bisa tambah jadi 5000," katanya kepada hukumonline.

 

(Baca: Untuk Kali Pertama, Pemilihan Nahkoda ILUNI FHUI Secara E-Voting)

 

Tidak tanggung-tanggung, ILUNI FHUI menggandeng salah satu startup legal tech penyedia layanan tanda tangan digital sebagai platform teknologi dalam e-voting. PrivyID mendapatkan kepercayaan penuh dari ILUNI FHUI untuk pemungutan suara dengan layanannya pada 3-9 Nobember 2018 nanti.

 

(Baca: Demi Kepastian Hukum, Tanda Tangan Elektronik Akan Wajib di Setiap Transaksi Elektronik)

 

Ada tradisi yang tak lagi diteruskan dalam Pemilu kali ini. Biasanya hanya alumni FHUI yang memiliki gelar sarjana dari FHUI saja yang bisa dipilih sebagai Ketua ILUNI FHUI. Persyaratan pencalonan diri dalam Pemilu tahun 2015 secara jelas membatasi hanya lulusan program sarjana FHUI yang bisa mendaftar. Pemilu kali ini membuka peluang bagi semua alumni yang pernah menamatkan pendidikan di FHUI mulai dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor untuk mencalonkan diri.

 

Satu dari enam calon ketua yaitu Arief Wibisono meraih status alumni dari jenjang doktor FHUI. Ia menjadi yang pertama dicatat dalam sejarah Pemilu ILUNI FHUI sebagai kandidat dari kalangan alumni jenjang pascasarjana. "Bisa, sudah diperiksa bahwa ini sesuai AD/ART tentang definisi alumni yang berhak mencalonkan diri," ujar Fikri usai menghadiri rapat koordinasi Panitia Pemilu.

 

Profil Calon Ketua

Terdapat sejumlah sosok kondang di antara nama-nama advokat dan notaris yang ikut memperebutkan Kursi Ketua ILUNI FHUI. Berikut profil para calon ketua berdasarkan nomor urut peserta Pemilu ILUNI FHUI 2018 yang hukumonline peroleh dari data milik Panitia Pemilu.

 

  1. Ibrahim Senen

Corporate lawyer satu ini lulus dari FHUI pada tahun 1996. Gelar LL.M. dalam bidang International Business Law diraihnya dari Erasmus University, Belanda. Lebih dari dua dekade berkarier, sebagian besar dirintis di firma hukum kenamaan Dermawan & Co. yang berganti nama hingga menjadi Armand Yapsunto Muharamsyah & Partners (AYMP).

 

Selain menjadi advokat, Ibrahim adalah pebisnis yang pernah menjabat Wakil Ketua Komisi Tetap Perdagangan Internasional di Kamar Dagang Indonesia. Ia juga masih aktif sebagai anggota dari Indonesian French Chamber of Commerce and Industry.

 

Pria kelahiran Palembang tahun 1974 ini tercatat sebagai alumni FHUI angkatan 1992 yang pernah aktif sebagai Ketua Koperasi Mahasiswa FHUI pada tahun 1995. Saat ini ia adalah Of Counsel di AYMP sembari mengembangkan berbagai bisnis pribadinya.

 

  1. David Maruhum Lumbang Tobing

Advokat yang akrab disapa David Tobing ini sangat kondang sebagai pembela kepentingan konsumen. David yang dilahirkan di Jakarta tahun 1971 tercatat sebagai alumni FHUI angkatan 1990. Lulus dari FHUI pada tahun 1995, David menuntaskan semua jenjang magister hingga doktor di FHUI. Mulai dari program Spesialis Notariat yang dituntaskan tahun 2000, M.Kn. lulus tahun 2005, dan doktor ilmu hukum diselesaikannya tahun 2015.

 

Karier awal David dirintis saat menjadi asisten pembela umum di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Pada tahun 1999 ia mendirikan kantor hukum miliknya ADAMS & Co. yang terus berkembang hingga sekarang. Selain itu David juga seorang kurator di Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional periode 2013-2016. Kiprahnya dalam perlindungan konsumen pernah membuatnya mendapat penghargaan Tokoh Perlindungan Konsumen Nasional dari Menteri Perdagangan.

 

  1. Achmad Khadafi Munir

Alumni FHUI angkatan 1993 ini adalah kandidat termuda. Lahir di Jakarta pada tahun 1975, pria yang akrab disapa Dafi ini lulus dari FHUI tahun 1999. Jenjang magister ia selesaikan di juga FHUI tahun 2003.

 

Sejak lulus di tahun 1999 Dafi merintis kariernya sebagai advokat di berbagai kantor hukum. Hingga akhir tahun 2008 lalu, ia mendirikan kantor hukum miliknya Dafi Munir & Partners dan menjabat sebagai Managing Partner sampai sekarang. Dafi tercatat sebagai anggota dari Serikat Pengacara Indonesia, Perhimpunan Advokat Indonesia, Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal, dan juga Konsultan Hukum Pasar Modal OJK.

 

  1. Rachmaihut Damanik

Akrab disapa Ihut, advokat yang mengawali karir sebagai in house counsel ini adalah alumni FHUI angkatan 1990. Jenjang magister diselesaikan Ihut juga di FHUI pada tahun 2014 lalu dengan peminatan hukum bisnis.

 

Lulus tahun 1995, pria kelahiran Jakarta tahun 1970 ini aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan semasa kuliah sarjana. Mulai dari Lembaga Kajian Keilmuan, Persekutuan Oikumene, Jurnal Hukum dan Pembangunan, hingga Teater UI pernah diikutinya. Ihut dikenal sebagai salah satu alumni yang aktif di klub sepak bola ILUNI FHUI, yaitu Makara Merah FC.

 

Karier advokat dimulainya setelah lebih dulu menjajaki dunia in house counsel hingga tahun 2000. Sejak tahun 2000 ia beralih menjadi advokat hingga kini berkantor di SRD & Co.Lawyers.

 

  1. Ashoya Ratam

Satu-satunya perempuan dalam Pemilu ILUNI FHUI kali ini, Ashoya berkarier sebagai notaris dan PPAT sejak tahun 2002 khususnya di bidang praktik pasar modal. Lahir pada tahun 1973 di Jakarta, ia tercatat sebagai alumni FHUI angkatan 1991. Lulus dari FHUI di tahun 1996, Ashoya melanjutkan pendidikan di Boston University, Amerika Serikat pada bidang Administrative Study. Sepulang dari Amerika, Ashoya kembali mengambil kuliah di FHUI hingga meraih gelar M.Kn. tahun 2002.

 

Selain ikut menjadi tenaga pengajar di program kenotariatan FHUI, Ashoya aktif sebagai Pengurus Ikatan Notariat FHUI dan juga di Ikatan Alumni UI. Selain itu ia juga aktif menjadi pengurus di organisasi profesi Ikatan Notaris Indonesia dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah.

 

  1. Arief Wibisono

Birokrat kelahiran Temanggung tahun 1968 ini meraih gelar doktor dari FHUI tahun 2014 silam. Sarjana hukum diraihnya dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro tahun 1992 dan LL.M. dalam bidang Banking and Financial Law dari Boston University, Amerika Serikat tahun 2000. Arief adalah alumni FHUI program doktor angkatan 2007.

 

Mengawali karier sebagai reporter di Harian Bisnis Indonesia selama setahun, Arief beralih menjadi birokrat di Biro Hukum Kementerian Keuangan sejak tahun 1993 hingga saat ini. Jabatan yang diemban sekarang adalah Chief Change Management Officer di Kementerian Keuangan. Sebagai birokrat dengan latar belakang hukum, Arief banyak dilibatkan ikut menyusun dan membahas berbagai RUU sektor keuangan.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.