Jumat, 05 Oktober 2018
MA Bantu Korban Gempa Palu bagi Warga Peradilan
Aida Mardatillah

Mahkamah Agung (MA) telah memberi bantuan kepada warga peradilan yang terkena dampak gempa di wilayah Palu dan sekitarnya, Rabu (03/10). Ketua MA Hatta Ali bersama Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Syarifuddin dan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial Sunarto meninjau langsung kondisi sejumlah pengadilan di Palu pasca terjadinya gempa berkekuatan 7,4 SR yang disusul tsunami di wilayah itu.  

 

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah mengatakan bantuan tahap pertama MA memberi bantuan berupa uang sebesar Rp600 juta dan sembako. Masing-masing lingkungan peradilan mendapat Rp200 juta. Misalnya, sebesar 200 juta untuk lingkungan pengadilan umum diterima oleh Ketua Pengadilan Tinggi Palu; untuk pengadilan agama diterima oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palu; dan untuk pengadilan tata usaha negara menerima jumlah bantuan uang yang sama.  

 

“Semoga bantuan ini dapat meringankan korban bencana gempa dan tsunami, khususnya bagi warga peradilan,” kata Abdullah kepada Hukumonline, Jumat (5/10).

 

Abdullah menjelaskan Pengadilan Tinggi Palu, salah satu pengadilan yang gedungnya paling  mengalami kerusakan parah dibandingkan gedung pengadilan lain. Hingga kini, pihaknya masih melakukan pendataan terkait kerusakan-kerusakan sejumlah pengadilan di Palu..  “Ketua MA juga berjanji, fasilitas gedung pengadilan yang rusak akan segera diperbaiki demi pelayanan pengadilan bagi masyarakat dapat beroperasi kembali,” tuturnya.

 

Dalam kesempatan kunjungan pimpinan MA ke Palu, kata Abdullah, Ketua MA juga menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan masyarakat, khususnya warga pengadilan untuk mendengarkan keluh kesah warga pengadilan yang terkena musibah gempa.

 

Berdasarkan laporan yang dihimpun, terdapat 3 orang pegawai honorer di PN Palu belum diketahui keberadaanya. Selain itu, kata dia, 1 orang pegawai di PT Palu juga belum diketahui keberadaanya sejak musibah gempa dan tsunami terjadi. Pimpinan PN Palu juga melaporkan sebagian rumah tinggal warga peradilan sudah rata dengan tanah.

 

“MA mengimbau warga peradilan yang selamat dan anggota masyarakat lain agar dapat membantu mencari tahu keberadaan keempat pegawai pengadilan beserta keluarganya. Apapun informasi yang diperoleh agar segera disampaikan ke MA,” pintanya.

 

Abdullah melanjutkan kondisi PN Palu berdasarkan laporan Ketua PN Palu ke MA belum sepenuhnya normal. Meskipun upaya bantuan terus diberikan, misalnya fasilitas atau instalasi listrik masih belum pulih. Belum lagi, gempa-gempa susulan dengan skala yang lebih kecil masih terus terjadi.

 

Sebelumnya, kedatangan Ketua MA ke Palu, MA juga telah mengirimkan bantuan lewat jalan darat melalui pengadilan yang berada di sekitar Palu. Diantaranya, bantuan datang dari PN Mamuju, PA Mamuju, PN Pasang Kayu, dan PA Majene berupa sembako 1,4 ton. Bantuan ini hasil penggalangan dana segenap Pimpinan MA, keluarga besar MA, dan badan peradilan, seluruh anggota IKAHI dan Dharmayukti Kartini di Indonesia.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.