Kamis, 11 October 2018

Begini Cara OJK Ringankan Kredit Korban Gempa Sulteng

Keringanan kredit korban bencana alam jangan dimanfaatkan untuk menghindari kewajiban nasabah. Relaksasi pembayaran pinjaman ini diminta mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Mochamad Januar Rizki
Otoritas Jasa Keuangan. Foto: RES

Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan kebijakan keringanan pembayaran kredit dan pembiayaan bagi nasabah terdampak korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (10/10/2018). Kebijakan tersebut diambil untuk membantu pemulihan usaha para debitur dan perbankan sekaligus perekonomian wilayah bencana tersebut.

 

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Prabowo mengatakan keringanan ini diberikan untuk penilaian kualitas kredit atau pembiayaan syariah, restrukturisasi, dan pemberian kredit/pembiayaan syariah baru di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.

 

Relaksasi pembayaran pinjaman tersebut juga berlaku selama 3 tahun sejak kebijakan ini ditetapkan yang mengacu Peraturan OJK 45/POJK.03/2017 tentang Perlakuan Khusus Terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.    

 

Anto merinci data sementara OJK, terdapat 13.233 debitur di enam cabang bank umum konvensional terdampak bencana alam. Sedangkan nilai kredit yang mendapat relaksasi tersebut mencapai Rp 1,6 triliun. “Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring data baru dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulteng, cabang bank umum, BPR dan perusahaan jasa keuangan non bank (IKNB) yang masih dalam proses pengumpulan,” kata Anto.

 

Dia menambahkan pihaknya terus melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap perkembangan kondisi daerah yang terdampak bencana dan akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

 

Kepala Ekonom Bank Central Asia, David Sumual menyambut positif kebijakan keringanan pembayaran pinjaman bagi nasabah yang menjadi korban bencana alam Sulteng. Dia mengharapkan kebijakan ini dapat memulihkan kembali perekonomian dan industri jasa keuangan di kawasan tersebut.

 

Namun, dia menekankan agar kondisi ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki niat moral hazard untuk menghindari kewajibannya membayar pinjaman dari perbankan dan industri jasa keuangan lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua