Sabtu, 20 October 2018

Sultan Hamengkubuwono X: Pemilu Harus Berjalan Aman

Agar berdampak besar terhadap jalannya aktivitas perekonomian rakyat.
RED
Sri Sultan Hamengkubuwono X. Foto: Humas MPR

Penyelenggaraan pemilihan presiden sedianya mesti berjalan aman dan lancar. Sehingga masyarakat menjadi nyaman. Setidaknya masyarakat dapat menjalankan aktivitas di ruang publik dalam kegiatan ekonomi. "Saya hanya berharap bagaimana pemikiran maupun Pilpres bisa  berlangsung nyaman dan aman di ruang publik," kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam acara Press Gathering Pimpinan MPR di Yogyakarta, Jumat (19/10).

 

Menurutnya, kondisi aman dan nyaman berdampak positif bagi aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya. Namun demikian, pelaksanaan pemilihan umum di Tempat Pemilihan Umum (Pemilu) dapat berjalan secara bebas, umum dan rahasia. Dengan begitu, terpilihnya presiden dan wakil presiden dapat dihormati seluruh komponen masyarakat.

 

Lebih lanjut Sri Sultan berpendapat bila Capres dan Cawapres hanya dua pasangan calon berpotensi besar terjadinya "pertarungan" hebat. Padahal dalam menjalankan negara, pilihan dalam melaksanakan demokrasi berada di tangan rakyat. Dengan kata lain, kedaulatan ada di tangan rakyat. "Tapi itu bukan tujuan, tapi alat," ujarnya.

 

Karena itu, pemerintah berkewajiban menghargai dan mensejahterakan bangsa sesuai dengan tujuan para pendiri bangsa di awal. Yakni, niat para pendiri bangsa ketika menyatakan diri membentuk negara Indoensia. Sri Sultan punya berharap para partai politik dapat memunculkan calon presiden dengan cara terlebih dahulu merenung dan mengevaluasi sebelumnya.

 

"Kemerdekaan 73 tahun ini apakah sesuai dengan tujuan founding father gak sih," pungkasnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua