Senin, 29 Oktober 2018

Menginjak Usia 94 Tahun, FHUI Dorong Alumninya Bangun Peradaban Hukum Lebih Baik

Para alumni diharapkan berperan lebih aktif membangun Indonesia melalui sektor publik. Salah satunya dengan menjadi birokrat, hakim, jaksa, dan politisi.
Normand Edwin Elnizar
Dekan FHUI, Hakim Agung, Guru Besar, Sekjen ILUNI FHUI bersama para tamu lainnya berfoto bersama dalam acara puncak Dies Natalis FHUI ke-94. Foto: Edwin

Tanggal 28 Oktober tercatat dalam sejarah nasional sebagai momen bersatunya komitmen para tokoh-tokoh muda di masa lalu untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tak banyak diketahui bahwa bersama dengan momen yang disebut sebagai hari ‘Sumpah Pemuda’ itu juga terjadi momen penting bersejarah lainnya.

 

Hari tersebut juga menjadi hari lahirnya Kampus Hukum tertua di Indonesia yang mencetak para tokoh intelektual penting pendiri bangsa Indonesia. Rechtshogeschool atau Faculteit der Rechtsgeleerdheid, yang dibuka pada 28 Oktober 1924, telah menginjak usia 94 tahun pada Minggu (28/10) kemarin dengan menyandang nama Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

 

(Baca: Inilah Generasi Pertama Orang Indonesia Lulusan Sekolah Hukum)

 

Sejarah mencatat bahwa kalangan Meester in de Rechten (Mr) berperan penting dalam terlaksananya ‘Sumpah Pemuda’. Pada masa berikutnya mereka ikut berjasa menyusun dasar hukum dan sendi-sendi tata negara yang kini disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ibarat arsitek yang merancang pembangunan berbagai gedung-gedung, kalangan sarjana hukum berperan penting bagi tegaknya NKRI sebagai sebuah negara merdeka berdasarkan hukum.

 

Mohammad Yamin, Soediman Kartohadiprodjo, Amir Syarifuddin, adalah sejumlah lulusan Rechtshogeschool yang disebut dengan bangga dalam pidato pembuka Dies Natalis ke-94 oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Melda Kamil Ariadno. Tak ketinggalan nama Soepomo, Koesoemah Atmadja, dan Hoessein Djajadiningrat, disebut Melda sebagai tokoh-tokoh pendiri bangsa dari kampus hukum tertua yang kini dipimpinnya.

 

(Baca: Kusumah Atmadja, Hakim Tiga Zaman)

 

“Selama 94 tahun FHUI telah berbakti untuk bangsa dan negara, dan akan terus mengabdikan dirinya,” kata Melda di hadapan para hadirin.

 

Mengusung tema ‘FHUI untuk Indonesia yang lebih baik’, Dies Natalis FHUI ke-94 telah dirayakan sejak awal bulan Oktober. Melda menyebutnya sebagai bulan Dies Natalis yang diisi berbagai seminar ilmiah, diskusi terarah, aktifitas seni budaya, hingga peluncuran buku berjudul ‘Percikan Pemikiran Makara Merah, Dari FHUI Untuk Indonesia’.

 

“Indonesia harus lebih maju dalam peradaban dan penegakkan nilai-nilai hukum, benar-benar menjadi negara rule of law, terdepan dalam pencapaian keadilan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan kepada hukumonline bahwa saat ini FHUI memiliki perhatian lebih besar untuk mendorong para alumninya berkiprah di sektor publik. Melda berharap akan lebih banyak lagi alumni FHUI yang terlibat dalam sistem Pemerintahan. Mulai dari keterlibatan parlemen hingga birokrasi.

 

“Ilustrasi yang saya tegaskan kepada mahasiswa baru, kalau ada got kotor dan anda malah menjauh, got itu akan terus kotor. Anda datang dengan niat membersihkan,” katanya.

 

Melda merujuk pada sejarah masa lalu para tokoh pendiri bangsa yang berasal dari kalangan sarjana hukum. Banyak dari mereka terjun sebagai birokrat, hakim, jaksa, dan anggota parlemen.

 

This is the time, harus banyak yang mau jadi pejabat publik dan politisi. FHUI harus berkiprah membentuk peradaban hukum di Indonesia,” kata Melda kepada hukumonline.

 

Melda mengajak para alumni yang telah berkarier saat ini untuk mendukung visi yang dicanangkannya. Salah satunya dengan mengaktifkan satu unit khusus pengembangan hubungan alumni.

 

“Kami berharap ILUNI FHUI lebih banyak berkolaborasi membangun FHUI. Terutama dengan menjembatani fakultas merangkul seluruh alumni program sarjana dan pascasarjana,” ujarnya.

 

Sekretaris Jenderal ILUNI FHUI, Seradesy Sumardi, menyambut baik apa yang disampaikan Melda. “Saya lihat FHUI sudah jauh lebih terbuka melibatkan alumni untuk menjadikan FHUI lebih baik,” kata Country Legal Counsel dari PT 3M Indonesia yang akrab disapa Desy ini.

 

Desy juga mengajak para alumni FHUI untuk secara aktif mendukung berbagai pengembangan kualitas FHUI termasuk para lulusannya. “Kepada para alumni, ayo balik ke kampus. Banyak ilmu praktis dalam pembangunan sistem hukum Indonesia bisa diberikan dari pengalaman alumni,” ujarnya saat diwawancarai hukumonline.

 

Selain diramaikan oleh alumni, mahasiswa, dan segenap civitas FHUI, hadir pula sejumlah tamu penting dalam Dies Natalis ke-94 FHUI kemarin. Duta Besar Negara sahabat, perwakilan Kementerian dan Lembaga Negara, Hakim Agung, serta pimpinan dari TNI AL tampak hadir di tengah acara.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua