Berita

Menginjak Usia 94 Tahun, FHUI Dorong Alumninya Bangun Peradaban Hukum Lebih Baik

Para alumni diharapkan berperan lebih aktif membangun Indonesia melalui sektor publik. Salah satunya dengan menjadi birokrat, hakim, jaksa, dan politisi.
Oleh:
Normand Edwin Elnizar
Bacaan 2 Menit
Dekan FHUI, Hakim Agung, Guru Besar, Sekjen ILUNI FHUI bersama para tamu lainnya berfoto bersama dalam acara puncak Dies Natalis FHUI ke-94. Foto: Edwin
Dekan FHUI, Hakim Agung, Guru Besar, Sekjen ILUNI FHUI bersama para tamu lainnya berfoto bersama dalam acara puncak Dies Natalis FHUI ke-94. Foto: Edwin

Tanggal 28 Oktober tercatat dalam sejarah nasional sebagai momen bersatunya komitmen para tokoh-tokoh muda di masa lalu untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tak banyak diketahui bahwa bersama dengan momen yang disebut sebagai hari ‘Sumpah Pemuda’ itu juga terjadi momen penting bersejarah lainnya.

 

Hari tersebut juga menjadi hari lahirnya Kampus Hukum tertua di Indonesia yang mencetak para tokoh intelektual penting pendiri bangsa Indonesia. Rechtshogeschool atau Faculteit der Rechtsgeleerdheid, yang dibuka pada 28 Oktober 1924, telah menginjak usia 94 tahun pada Minggu (28/10) kemarin dengan menyandang nama Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

 

 

Sejarah mencatat bahwa kalangan Meester in de Rechten (Mr) berperan penting dalam terlaksananya ‘Sumpah Pemuda’. Pada masa berikutnya mereka ikut berjasa menyusun dasar hukum dan sendi-sendi tata negara yang kini disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ibarat arsitek yang merancang pembangunan berbagai gedung-gedung, kalangan sarjana hukum berperan penting bagi tegaknya NKRI sebagai sebuah negara merdeka berdasarkan hukum.

 

Mohammad Yamin, Soediman Kartohadiprodjo, Amir Syarifuddin, adalah sejumlah lulusan Rechtshogeschool yang disebut dengan bangga dalam pidato pembuka Dies Natalis ke-94 oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Melda Kamil Ariadno. Tak ketinggalan nama Soepomo, Koesoemah Atmadja, dan Hoessein Djajadiningrat, disebut Melda sebagai tokoh-tokoh pendiri bangsa dari kampus hukum tertua yang kini dipimpinnya.

 

 

“Selama 94 tahun FHUI telah berbakti untuk bangsa dan negara, dan akan terus mengabdikan dirinya,” kata Melda di hadapan para hadirin.

 

Mengusung tema ‘FHUI untuk Indonesia yang lebih baik’, Dies Natalis FHUI ke-94 telah dirayakan sejak awal bulan Oktober. Melda menyebutnya sebagai bulan Dies Natalis yang diisi berbagai seminar ilmiah, diskusi terarah, aktifitas seni budaya, hingga peluncuran buku berjudul ‘Percikan Pemikiran Makara Merah, Dari FHUI Untuk Indonesia’.

 

“Indonesia harus lebih maju dalam peradaban dan penegakkan nilai-nilai hukum, benar-benar menjadi negara rule of law, terdepan dalam pencapaian keadilan,” ujarnya.

Berita Terkait