Rabu, 31 Oktober 2018

Tata Cara dan Persyaratan Penerbitan KTP Elektronik Seperti Diatur Perpres 96/2018

Untuk penerbitan KTP Elektronik, ada sejumlah persyaratan yang harus dipersiapkan oleh Penduduk WNI dan Penduduk Orang Asing.
M. Agus Yozami
Foto: Setkab

Presiden Joko Widodo pada 16 Oktober 2018 telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

 

Seperti dilansir dari situs Setkab, Rabu (31/10), menurut Perpres ini pelayanan Pendaftaran Penduduk terdiri atas: a. pencatatan biodata Penduduk; b. penerbitan KK (Kartu Keluarga); c. penerbitan KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik); d. penerbitan surat keterangan kependudukan; dan e. pendaftaran Penduduk rentan Administrasi Kependudukan.

 

Dalam Perpres ini disebutkan, penerbitan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) bagi Penduduk WNI atau Penduduk Orang Asing terdiri atas: a. penerbitan KTP-el baru; b. penerbitan KTP-el karena pindah datang; c. penerbitan KTP-el karena perubahan data; d. penerbitan KTP-el karena perpanjangan bagi Penduduk Orang Asing yang memiliki izin tinggal tetap; e. penerbitan KTP-el karena hilang atau rusak; dan f. penerbitan KTP-el di luar domisili.

 

“Penerbitan KTP-el baru bagi penduduk WNI harus memenuhi persyaratan: a. telah berusia 17 tahun, sudah kawin, atau pernah kawin; dan b. Kartu Keluarga (KK),” bunyi Pasal 15 Perpres ini.

 

Sementara penerbitan KTP-el bagi Penduduk Orang Asing yang memiliki izin tinggal tetap harus memenuhi persyaratan: a. telah berusia 17 tahun, sudah kawin, atau pernah kawin; b. KK; c. Dokumen Perjalanan; dan d. kartu izin tinggal tetap.

 

(Baca Juga: Perpres 96/2018 Terbit, Ini Persyaratan Pendaftaran Biodata Penduduk dan Penerbitan KK)

 

Penerbitan KTP-el karena pindah datang bagi Penduduk WNI dalam wilayah NKRI harus memenuhi persyaratan: a. surat keterangan pindah dari Disdukcapil Kabupaten/Kota atau UPT Disdukcapil Kabupaten/Kota daerah asal; dan b. KK.

 

Sedangkan penerbitan   KTP-el karena pindah datang bagi Penduduk WNI yang datang dari luar wilayah NKRI harus memenuhi persyaratan: a. Surat keterangan pindah dari Perwakilan RI; dan b. KK.

 

“Penerbitan KTP-el karena pindah datang bagi Penduduk Orang Asing yang memiliki izin tinggal tetap harus memenuhi persyaratan surat keterangan pindah,” bunyi Pasal 18 Perpres ini.

 

Adapun penerbitan KTP-el karena perubahan data bagi Penduduk WNI atau Penduduk Orang Asing yang memiliki izin tinggal tetap, menurut Perpres ini, harus memenuhi persyaratan: a. KK; b. KTP-el lama; c. kartu izin tinggal tetap; dan d. surat keterangan/bukti perubahan Peristiwa Kependudukan dan Perubahan Penting.

 

(Baca Juga: Demi Tambah Nama ‘James’, Pengacara ini ke Pengadilan)

 

Penerbitan KTP-el karena perpanjangan bagi Penduduk Orang Asing yang memiliki izin tinggal tetap, menurut Perpres ini, harus memenuhi persyaratan: a. KK; b. KTP-el lama; c. Dokumen Perjalanan; dan d. kartu izin tinggal tetap.

 

Untuk penerbitan KTP-el karena hilang atau rusak bagi Penduduk WNI atau Penduduk Orang Asing yang memiliki izin tinggal tetap, menurut Perpres ini, harus memenuhi persyaratan: a. surat keterangan hilang dari kepolisian; b. KTP-el yang rusak; c. KK; d. Dokumen Perjanan Republik Indonesia atau Dokumen Perjalanan; dan e. kartu izin tinggal tetap.

 

Dalam Perpres ini ditegaskan, perekaman dan penerbitan KTP-el baru oleh Disdukcapil Kabupaten/Kota di luar domisili dapat dilakukan dengan memenuhi persyaratan: a. tidak melakukan perubahan data penduduk; dan b. KK.

 

Penerbitan Kartu Identitas Anak

Perpres ini juga mengatur mengenai penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi Penduduk WNI atau Penduduk Orang Asing yang memiliki izin tingga tetap, yang berumur kurang dari 17 tahun, dan belum kawin.

 

“Penerbitan KIA dilakukan oleh Disdukcapil Kabupaten/Kota atau UPT Disdukcapil Kabupaten Kota,” bunyi Pasal 23 ayat (2) Perpres ini.

 

Sementara di ayat berikutnya disebutkan, ketentuan lebih lanjut mengenai penerbitan KIA diatur dengan Peraturan Menteri. “Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 83 Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2018 yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 18 Oktober 2018 itu.

 

Seperti diketahui, Perpres 96/2018 sebagai pengganti Perpres Nomor 25 Tahun 2008 yang dinilai sudah tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk).

 

Pemerintah memandang Perpres No.25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, sudah tak sesuai dengan UU Adminduk sehingga perlu disesuaikan.

 

SYARAT PERBITAN KTP EL BAGI PENDUDUK WNI YG PINDAHDATANG DR SELURUH WILAYAH NKRI
 - HERMANTO
21.06.19 05:58
Ass Menanggapi keppres unt syarat penerbitan ktp el bagi penduduk yg pindah datang dr seluruh wilayah nkri Yg salah satu syarat harus ada rekomendasi pengantar keterangan pindah dari capil daerah asal itu hal yg sangat lucu dan tidak logis menurut saya..karena kepemilikan e ktp itu sdh berlaku diseluruh wilayah nkri dan katanya sdh elektronik terdaftar secara on line dr satu wilayah ke wilayah lainnya di seluruh daerah di republik indonesia.. Apakah unt pergi ke lain daerah di seluruh wilayah nkri kita jg hrs meminta surat ijin keterangan pergi dan tinggal dr capil daerah asal tmpt kita tinggal? Saya contohkan kejadian yg teman Saya alami semenjak men dapat tugas pindah bekerja dr perusahaan 5 th yg lalu dr tmpt asal dia berada sampai saat ini tdak lg pernah pulang. Dan orangnya ingin menetap tinggal didaerah yg skrg dite Patinya selama bekerja dan berada.... Keinginannya unt mendapatkan ktp el yg baru bagi warga yg pindah datang sangat diharapkan. Dan syarat unt mendapatkan ktp itu sangatlah tdak mngk bs penuhinya. Bgm mngk unt mendapatkan keterangan pindah dr capil daerah asal domisili..di kota medan sementara skrg bekerja Dan berada di jaya pura irian jaya. Lalu brp biaya yg harus dikeluarkan unt mendapatkan sebuah ktp tmpt tinggal nyaberada skrg.?? Jika hrs pulang ke medan hanya untuk sebuah surat pengantar pindah?? Mohon maaf apakah selamanya temanku ini tdk akan bs mengurus segala keperluan surat menyurat di tmpt bekerja nya skrg berada dikarenakan ktp yg di miliki bkn ktp setempat.. Sbg contoh bisakah dia beli kendaraan dng ktp yg bkn daerah asal tmpt tinggal?? Bisakah dia kredit kendaraan dng ktp luar daerah? Bsakah dia mengurus surat ijin usaha dll dng ktp diluar wilayah tinggal? Artinya ktp el hanyalah ktp manual yg ganti penampilan saja dan fungsinya bkn lah ktp online yg spt dipromosikan kesaktiannya. Mohon solusi bapak yg terhormat unt syarat pindah datang hrs membawa surat keterangan pindah dr capil daerah asal kependudukan sesuai yg tertera di ktp. sangat lucu unt jaman era digital yg serba online ini...antara pekerja capil kependudukan suatu wilayah kewilayah lain tdk bs bekerjasama secara online dlm suatu sistem kependudukan data serta mutasi yg diinginkan penduduknya? Bkankah katanya ada NIK..ada NOK..lalu apanya yg harus diminta keterangan pindah dr capil tempat wilayah asal? Wilayah nkri ini dr sabang sampai merauke pak...kemana kita main dan jalan2 merantau blm tentu kita ada. biaya pulang lg hanya unt sebuah surat pengantar pindah. Jd unt pesta demokrasi pun wajar jika bnyk warga negara yg tdk bisa memilih menyalurkan hak suaranya sbg warga negara..sbg contoh brp bnyk penduduk di rumah sakit yg tanpa rencana hrs menjaga keluarga yg sakit. Sementara hak pilih hrs membawa form c brp itu lah kurang ngerti jg buat apa gunanya? Siapa yg berencana sakit pak?? Sementara mau nyoblos hrs pulang dlu ke daerah mintak surat pengantar bahwa saya memilih nyoblos di tps rumah sakit??? Dmn fungsinya online? Yg kenyataan dunia skrg serba cepat.. Serba online.. Tinggal klik dijaman internet begini. Mohon maaf jika ada kata yg salah dan ini hanya sedikit tanggapan dan masukan TERIMA KASIH
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua